PERIODE II

Hanya Dikelola Pemdes, Wisata Pantai Goa Butuh Binaan Pemkab

Media Jatim
Wisata
(Helmi Yahya/Media Jatim) Aktivitas pariwisata di Pantai Goa Desa Sukolilo Barat, Kecamatan Labang, sepi, Jumat (13/1/2023)

Bangkalan — Wisata Pantai Goa yang dikelola oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Sukolilo Barat, Kabupaten Bangkalan, butuh binaan Pemerintah Daerah (Pemda). Pantai yang berada di tepi tebing tersebut berada di akses timur pasar Sukolilo sebelum kantor Kecamatan Labang.

Salinan dari Display Hari Bhayangkara'24_20240724_133806_0000
14_20240724_133640_0001

Salah satu pengelola wisata Samsuri Yusuf menyampaikan, wisata Pantai Goa sudah ada sejak tahun 2021 lalu.

“Pada awalnya, Pantai Goa sejatinya tidak hanya direncanakan sebagai wisata pantai, tetapi juga wisata kuliner dan camping ground,” katanya, Jumat (13/1/2023).

Sebab, kata Yusuf, lokasinya yang berada di bawah tebing dan dekat pantai sangat bagus untuk melihat pemandangan Suramadu dan Surabaya

Baca Juga:  Kadisporapar Pamekasan Minta Kacong Cebbhing 2024 Jadi Mitra Pemkab untuk Kembangkan Pariwisata 

Menurut Yusuf, sejak awal dibangun, wisata Pantai Goa yang dikelola masyarakat ini memang bekerja sama dengan Pemdes Sukolilo Barat.

“Mulai awal memang kerja sama, sehingga sempat ramai dikunjungi pada pergantian tahun 2021 ke 2022 lalu,” ungkapnya.

Setelah berjalan sekitar enam bulan lebih, lanjut Yusuf, Pemdes Sukolilo Barat juga mulai membangun wisata baru. Akibatnya, fokus kerja sama mulai terbagi. Sehingga ketika hanya dikelola oleh masyarakat, beberapa rencana pembangunan sulit terealisasi.

“Karena memang desa fokus pada wisata barunya, jadi kami butuh pembinaan dan perhatian dari Pemda, agar wisata tidak tutup,” tambahnya.

Baca Juga:  Pendaftaran Kacong Cebbhing Pamekasan 2024 Dibuka, Disporapar Target Talenta Muda Sadar Wisata

Berdasarkan laporan Yusuf, sejauh ini dari Pemkab hanya sekedar mendata saja, tidak ada upaya pembinaan atau semacamnya.

Menanggapi hal tersebut, kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bangkalan Moh Hasan Faisol mengatakan basah memang tidak semua lokasi wisata bisa dijangkau oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab), sebab anggarannya minim.

“Kami sekadar mengetahui dan mendata dulu, jika nanti ada anggaran, pasti akan kami lihat skala prioritasnya,” paparnya, Jumat (13/1/2023).

Faisol juga menyebutkan, ada banyak wisata di Bangkalan yang butuh perhatian, bahkan ada lokasi yang berpotensi jadi wisata, tetapi tidak bisa terealisasi.

“Kami sudah mencoba bekerjasama dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) agar masalah pembinaan ini bisa dibantu,” ulasnya. (hel/faj)