Diduga Gratifikasi, Warga Bangkalan Urus Paspor Habiskan Rp1,8 Juta

Imigrasi
(Helmi Yahya/Media Jatim) Aktivitas pengunjung di depan Kantor Imigrasi Bangkalan, di lantai tiga Mal Pelayanan Publik (MPP) Bangkalan, Senin (16/1/2023).

Bangkalan — Salah seorang teknisi kapal, Syaiful, harus merogoh Rp1,8 juta untuk membuat paspor di Kantor Imigrasi Bangkalan, Kamis (12/1/2023).

Paspor itu akan dia gunakan untuk berlayar ke Tiongkok, Februari 2023 mendatang. Bermodal keyakinan akan dipermudah, dia pun mengurus paspor itu sendiri ke kantor Imigrasi.

iklan

“Saya mengurusnya sendiri, namun terkesan dipersulit, banyak kurang ini dan itu, padahal saya merasa berkas saya sudah sesuai,” katanya, Senin (16/1/2023).

Bukan hanya itu, warga Desa Pendabah, Kecamatan Kamal itu juga merasa tidak dilayani dengan baik.

Baca Juga:  Ribuan Pedagang Pasar Kolpajung Pamekasan Akan Direlokasi ke TPS

Akhirnya, dia meminta tolong salah seorang penyedia jasa pengurusan paspor. Dia ditawarkan biaya Rp800 juta untuk paspor biasa, dan Rp1,8 juta untuk pelayaran.

“Saya menduga ada gratifikasi, makanya bisa semahal itu dan cepat, saat ini paspor saya sedang diproses,” tambahnya.

Dikonfirmasi terpisah, salah satu staf Kantor Imigrasi Bangkalan, Rudi, menyampaikan, bahwa tarif pengurusan paspor paling tinggi Rp350 ribu.

“Tidak ada yang sampai Rp800 ribu, atau di atasnya, paling tinggi hanya Rp350 dan transaksinya online,” ucapnya.

Jika warga mengurus langsung, maka akan ada tenggat waktu selama tiga hari untuk melakukan pembayaran, dan jika terlambat, maka akan hangus dan duit tersebut secara otomatis akan masuk ke kas negara.

Baca Juga:  Sukses Dongrak PAD Tahun 2020, Ini Strategi Bupati Pamekasan

“Silakan masyarakat agar mengurus langsung, kami melayani sesuai prosedur, lebih lanjut silakan tanya pimpinan kami di Pamekasan,” pungkasnya.(hel/ky)