Segenap pimpinan dan karyawan_20240408_235739_0000

Anak Yatim Berdarah Pamekasan yang Tak Pernah Menolak Keinginan Ibunya Itu Kini Jadi Jenderal Bintang Dua

Media Jatim
Irjen Eko Budi Sampurno
(Dok. Tribuntimur.com) Irjen Polisi Eko Budi Sampurno saat masih menjabat sebagai Kapolda Sulawesi Barat dan belum naik pangkat Inspektur Jenderal Tahun 2020.

Pamekasan, mediajatim.com — Masyarakat Pamekasan patut berbangga hati, sebab, ada salah seorang putra daerah yang memiliki karir moncer di institusi Polri.

8_20240408_234212_0006
21_20240408_234212_0019
5_20240408_234212_0003
2_20240408_234211_0000
3_20240408_234211_0001
10_20240408_234212_0008
Diskon_20240411_102039_0000

Putra daerah tersebut yakni Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Kepolisian Republik Indonesia (Wakalemdiklat Polri) Inspektur Jenderal (Irjen) Polisi Eko Budi Sampurno.

6_20240408_234212_0004
14_20240408_234212_0012
7_20240408_234212_0005
Diskon_20240408_235150_0000
24_20240408_234212_0022
13_20240408_234212_0011

Jenderal bintang dua lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1989 tersebut tercatat sebagai taruna yang cerdas.

23_20240408_234212_0021
18_20240409_074953_0001
11_20240408_234212_0009
12_20240408_234212_0010
22_20240408_234212_0020
19_20240408_234212_0017

Sejak masuk Akabri 1989 (sekarang Akademi TNI, red) hingga Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Sespim Lemdiklat Polri 2014, Eko selalu masuk peringkat 10 besar.

Baca Juga:  Bangun Kepekaan Sosial ASN, Bupati Sumenep Santuni 1000 Anak Yatim

“Kedua orang tua saya dari Desa Prekbun, Kecamatan Pademawu, dan hingga saat ini, saya bangga menjadi orang Madura,” ungkapnya saat diwawancarai mediajatim.com, Senin (13/3/2023).

Menurut mantan Kapolda Sulawesi Barat itu, karirnya yang cukup cemerlang saat ini tidak lepas dari doa kedua orang tuanya, terutama sang ibu.

9_20240408_234212_0007
20_20240408_234212_0018
15_20240408_234212_0013
17_20240409_074953_0000
16_20240408_234212_0014
Diskon_20240409_180711_0000

“Saya dari awal tidak bercita-cita menjadi polisi, tapi cita-cita saya adalah sekolah gratis, saya dari sekolah dasar (SD) hingga S3 itu beasiswa semua, Alhamdulillah dilancarkan, tentu berkat doa kedua orang tua,” bebernya.

Baca Juga:  Pemindahan Ibukota Dinilai Bagian dari Proses Kejayaan Indonesia di Masa Depan

Eko sedikit mengisahkan, bahwa dulu, bapaknya meninggal saat dia masih duduk di kelas dua SD dan ibunya menjadi orang tua tunggal sejak dirinya kecil.

“Makanya dari kecil saya bercita-cita mendapat sekolah atau belajar gratis, agar tidak menyusahkan ibu, dan saya tanamkan itu dari kecil,” tuturnya.

Seja kecil itu, semua perintah atau yang ibunya inginkan, kata Eko, tidak mungkin tidak dilakukannya, sebab, sosok ibu adalah segalanya bagi hidupnya.

“Ibu itu adalah azimat, penguat dan hingga beliau wafat pada umur 82 tahun, saya tidak pernah menolak kemauan beliau, meski begitu saya merasa belum berbakti kepadanya,” pungkasnya.(rif/ky)

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sampang_20240410_124753_0000
4_20240408_232459_0003
6_20240408_232459_0005
1_20240408_232458_0000
Dinas lingkungan hidup kabupaten sumenep_20240408_232720_0000
7_20240408_232459_0006
3_20240408_232459_0002
8_20240408_232459_0007
2_20240408_232459_0001