Segenap pimpinan dan karyawan_20240408_235739_0000

Pimpinan BSI Sumenep Diduga Terlibat Penggelapan Uang Nasabah Rp60 Miliar, Sulaisi: Bukti Lengkap!

Media Jatim
BSI
(Muhammad Iqbal/Media Jatim) Kantor Cabang BSI Sumenep.

Sumenep, mediajatim.com — Pimpinan Cabang Bank Syariah Indonesia (BSI) Sumenep diduga terlibat dalam perkara penggelapan uang nasabah Rp60 miliar.

8_20240408_234212_0006
21_20240408_234212_0019
5_20240408_234212_0003
2_20240408_234211_0000
3_20240408_234211_0001
10_20240408_234212_0008
Diskon_20240411_102039_0000

Dugaan itu mencuat setelah pemuda yang mengatasnamakan Aliansi Progresif Sumenep (APS) melakukan unjuk rasa ke kantor Cabang BSI Sumenep, Senin (20/3/2023).

6_20240408_234212_0004
14_20240408_234212_0012
7_20240408_234212_0005
Diskon_20240408_235150_0000
24_20240408_234212_0022
13_20240408_234212_0011

Koordinator Aksi APS Faldy Aditiya mengatakan bahwa penggelapan uang nasabah ini diaktori oleh warga berinisial S (nonpegawai BSI, red) sejak 2017.

23_20240408_234212_0021
18_20240409_074953_0001
11_20240408_234212_0009
12_20240408_234212_0010
22_20240408_234212_0020
19_20240408_234212_0017

Saat melancarkan aksinya ini, S diduga dibantu oleh Pimpinan BSI Sumenep.

“Sejak kasus ini bermula pada 2017, hanya ada empat korban yang berani bersuara. Mereka (korban, red) ditagih tanpa menikmati hasil pinjaman,” ungkap Faldy, Senin (20/3/2023).

Baca Juga:  Penanganan Dugaan Pencabulan oleh Oknum PNS di Bangkalan Mandek, Korban Belum Dapat Perlindungan

Faldy mengatakan, modus penggelapan ini dilakukan dengan cara S menjadi calo pengajuan pinjaman bank.

Namun, pinjaman nasabah ini justru masuk ke rekening S sendiri, tidak ke nasabah. Sementara nasabah di sisi lain, terus-menerus menerima tagihan kredit.

Penasihat Hukum (PH) korban, Sulaisi Abdurrazaq, meminta uang nasabah dikembalikan utuh. “Kami menuntut agar semua uang itu dikembalikan, seratus persen,” tegasnya.

Melalui rekaman video rapat BSI pusat, lanjut Sulaisi, terdeteksi Rp60 miliar telah digelapkan.

9_20240408_234212_0007
20_20240408_234212_0018
15_20240408_234212_0013
17_20240409_074953_0000
16_20240408_234212_0014
Diskon_20240409_180711_0000

“Sekarang masih empat korban yang bersuara. Artinya, Rp5 miliar yang telah digelapkan, sudah kami kantongi buktinya,” bebernya.

Ketua DPW Apsi Jawa Timur itu menambahkan, miliaran duit ini tidak mungkin keluar tanpa restu pimpinan BSI.

“Tanpa restu Pimpinan BSI mustahil yang Rp1 miliar ke atas itu bisa dicairkan kepada nasabah,” terangnya.

Baca Juga:  Pak Halim Terbenam, Bagaimana Nasib Ra Badrut?

Dia juga meminta pihak BSI Sumenep mengeluarkan dokumen pengurusan pembiayaan berkenaan dengan penggelapan uang nasabah ini.

“Kami akan membangun tenda dan posko pengaduan, selama tiga hari tiga malam di depan BSI Sumenep, agar korban-korban lainnya berani menyuarakan pengakuan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Cabang BSI Sumenep, Rasul Jailani, mengatakan menghargai penyampaian APS.

“Terkait aksi massa hari ini, kami menyampaikan bahwa BSI itu menghargai penyampaian pendapat yang disampaikan masyarakat. Hal itu, tentu dapat mendukung pengembangan BSI ke depannya,” ungkapnya.

Sementara terkait apa yang disampaikan APS, pihaknya mengaku masih akan mempelajarinya lebih lanjut.

“Jadi kasus ini kita akan pelajari lebih lanjut, untuk bisa terselesaikan dengan baik,” pungkasnya.(mj12/ky)

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sampang_20240410_124753_0000
4_20240408_232459_0003
6_20240408_232459_0005
1_20240408_232458_0000
Dinas lingkungan hidup kabupaten sumenep_20240408_232720_0000
7_20240408_232459_0006
3_20240408_232459_0002
8_20240408_232459_0007
2_20240408_232459_0001