News  

Jemparingan di Bangkalan, Padepokan Songgo Sukmo Buka Latihan Memanah ala Prajurit Kerajaan sambil Ngabuburit 

Media Jatim
Memanah
(Helmi Yahya/Media Jatim) Beberapa mahasiswa di Bangkalan saat mengikuti ngabuburit dengan belajar jemparingan di Padepokan Songgo Sukmo, Jalan Durinan Gang II Bancaran, Kecamatan Bangkalan, Kamis (30/1/2023).

Bangkalan, mediajatim.com — Padepokan Songgo Sukmo di Bangkalan punya cara unik untuk memanfaatkan waktu kosong saat ngabuburit menjelang buka puasa.

Padepokan yang terletak di Jalan Durinan, Gang II, Kecamatan Bangkalan itu memberikan edukasi dan mengajak masyarakat dari berbagai kalangan untuk belajar jemparingan sembari menunggu waktu buka puasa tiba.

Jemparingan merupakan permainan panah tradisional, yang biasa digunakan oleh prajurit masa kerajaan dulu. Meski memanah adalah sunah, namun banyak orang yang masih belum kenal terhadap jenis olahraga ini.

Ketua Padepokan Songgo Sukmo Bangkalan R Muhammad bin Rachmad menyampaikan, kegiatan tersebut sudah rutin dilakukan di padepokannya setiap bulan suci Ramadan.

Baca Juga:  RSUD Smart Pamekasan Rilis 3 Penyakit Terbanyak Diderita Warga, Gagal Jantung di Peringkat Pertama

“Latihan jemparingan ini sudah jadi aktivitas keseharian di Padepokan, namun saat Ramadan kami buka pada jam ngabuburit menjelang buka puasa, sekitar pukul 15.45-17.00 WIB,” ucapnya, Jumat (31/3/2023).

Kata Rachmad, padepokan menyediakan sekitar sepuluh alat busur jemparingan dan tiga busur horse bow untuk dimainkan secara gratis bagi setiap warga yang datang.

“Kalau mereka tidak bawa alat, kami sediakan, jadi nanti bisa bergantian belajar,” ulasnya.

Dengan bermain jemparingan, lanjut Rachmad, masyarakat bisa lebih menjaga amaliah Ramadan.

“Dari pada mondar-mandir di jalan menghabiskan bahan bakar, lebih baik diisi dengan kegiatan positif,” paparnya.

Berdasarkan laporan Rachmad, selama Ramadan kali ini, ada sekita lima hingga 10 orang setiap hari yang datang untuk bermain dan belajar jemparingan.

Baca Juga:  Program Djoko untuk Kemandirian Pesantren Patut Diapresiasi

Bagi anak baru, lanjut Rachmad, akan didampingi oleh salah seorang pengurus padepokan.

“Kami selalu dampingi, tapi untuk mencoba, kami biarkan mereka suka dan tertarik dulu, karena akan lebih mempermudah pembelajaran,” terangnya.

Menurutnya, ada tiga teknik dasar yang harus dikuasai bagi pemula saat hendak bermain jemparingan. Mulai dari cara pegang, menarik busur yang benar, hingga duduk dan mengarahkan pada target atau yang biasa disebut bandul.

“Kalau ada keinginan belajar, saya rasa tidak butuh banyak teknik, kurang dari 30 menit sudah bisa,” tutupnya.(hel/faj)