Warga Singgung Bupati Sumenep: Jalan Kota Rusak Malah Ngurusi Rel Kereta Api!

Media Jatim
Sumenep
(Ist) Warga melintas di Jalan Adirasa, Desa Kolor, Kota Sumenep, Selasa (2/5/2023).

Sumenep, mediajatim.com — Bupati Sumenep Achmad Fauzi getol mengampanyekan reaktivasi rel kereta api Madura dalam beberapa bulan terakhir, tetutama melalui banner.

Kampanye itu mendapat tanggapan pedas dari salah seorang pengguna tiktok @CEOWarmindoMasZed lantaran jalan Kota Sumenep, tepatnya ke arah timur pasar Anom, rusak parah.

“Saya dengan keluarga hampir jatuh karena jalan ini tidak diperbaiki. Mohon maaf jangan selalu ngurusi rel kereta, ya, Pak, ini jalannya diperbaiki,” terang akun tersebut dengan berbahasa Madura dalam sebuah unggahan video yang menggambarkan jalan rusak dimaksud.

Kritikan berbentuk video itu sudah ditonton 86 ribu kali sejak diunggah empat hari lalu. Disukai 2.818 orang dan dikomentari 750 pengguna.

“Saya warga Sumenep, Pak, mohon maaf, ini bagaimana solusinya,” lanjut @CEOWarmindoMasZed.

Pantauan mediajatim.com, selain rusak, Jalan Adirasa, Desa Kolor, Kota Sumenep tersebut kerap tergenang air. Bahan material aspal di beberapa titik mengelupas dan beberapa titik jalan menjadi kubangan.

Baca Juga:  KPU Pamekasan Janji Tindaklanjuti Pemotongan Anggaran TPS di Kecamatan Pakong

Warga setempat, Syaiful Bahtiar Ramadhani, mengatakan, jalan rusak ini sangat membahayakan pengendara utamanya yang memakai sepeda motor.

“Kadang sampai ada orang yang jatuh dari atas motornya,” ungkapnya, Selasa (2/5/2023).

Agar tidak memicu kecelakaan, lanjut Syaiful, masyarakat setempat sempat turun tangan dengan cara menimbun jalan berlubang tersebut dengan tanah dan batu seadanya.

“Kasihan kalau terlalu banyak memakan korban, karena memang sudah lama tidak ada perbaikan,” imbuhnya.

Syaiful menambahkan, apabila turun hujan, jalan tersebut secara otomatis tergenang. “Saluran air tidak dapat menampung, kadang selokan mampet, dan air akan membanjiri jalan ini,” paparnya.

Salah seorang pengendara motor yang melintas di lokasi, Feri Irawan, berharap agar jalan tersebut segera diperbaiki oleh pemerintah setempat.

Baca Juga:  Sukses Jamin Kesehatan Masyarakat, Pemkab Sumenep Raih Penghargaan UHC 2023 

“Ketika jalan tidak rusak, tentu memberikan kenyamanan bagi setiap pengendara,” ungkapnya.

mediajatim.com berkali-kali menelepon Bupati Sumenep Achmad Fauzi untuk mengonfirmasi rencana pemkab untuk menangani jalan tersebut, namun, tidak kunjung terhubung, Selasa (2/5/2023).

Sementara versi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Sumenep Eri Susanto, jalan tersebut bukan tanggung jawab Pemerintah Kabupaten (Pemkab) lantaran masuk Fasilitas Umum (Fasum) milik pengembang dan belum resmi diserahkan ke Pemkab.

“Sekalipun jalan tersebut diperbaiki maka tetap akan rusak apabila pihak pengembang tidak terlebih dahulu memperbaiki saluran drainasenya,” jelasnya.

Untuk diketahui, titik jalan yang rusak parah yakni di depan Kafe Babadhu, di depan toko baru DNR dan terakhir yang paling parah di depan Swalayan Indomakmur atau sekitar 200 meter ke arah timur dari kantor lama Madura Channel.(mj11/mj12/ky)

Respon (1)

  1. Apakah sdh konfirmasi ke pengembangnya? Bener gak jalan itu blm diserahkan ke pemkab?

Komentar ditutup.