Mathur Husyairi Kembali Nyaleg dari PBB, Masalah Kemiskinan di Jawa Timur Jadi Atensi Pokok

Media Jatim
Mathur Husyairi
(Dok. Media Jatim) Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur Mathur Husyairi.

Bangkalan, mediajatim.com — Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur (Jatim) Mathur Husyairi telah membulatkan tekadnya untuk kembali maju pada Pemilihan Anggota Legislatif (Pileg) 2024 dari Partai Bulan Bintang (PBB).

Jika terpilih kembali pada 2024 mendatang, Mathur mengaku akan fokus salah satunya pada penanganan kemiskinan di Madura secara khusus dan Jatim secara umum.

Selama ini, kata politisi asal Bangkalan itu, dirinya terus melakukan pendekatan formal dan informal kepada masyarakat dengan reses, dengar pendapat, dan kegiatan wawasan kebangsaan di Madura.

“Dalam satu bulan empat kali saya rutin melakukan pendekatan formal itu, beberapa bulan terakhir ini saya intens ke Pamekasan dan Sumenep,” ungkapnya, Senin (15/5/2023).

Baca Juga:  Gerindra Pamekasan Dukung Kepolisian Usut Tuntas Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber

Selain itu, Mathur juga membentuk kelompok masyarakat melalui grup WhatsApp untuk menjalin dan menjaring aspirasi serta masukan dari berbagai tokoh di Madura.

“Ada sejumlah grup yang dipelopori pemuda, aktivis dan juga masyarakat, karena ini lebih memudahkan komunikasi,” terangnya.

Lebih lanjut Mathur menjelaskan, penanganan kemiskinan di Jawa Timur, khususnya Madura, belum berhasil.

“Ini juga diakui oleh Gubernur Jawa Timur, bahwa angka kemiskinan di Jatim masih kesulitan ditekan, dan saya kira penyebabnya adalah kevalidan data,” tutur dia.

Data kemiskinan yang dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kata Mathur, belum tentu valid. Selain itu, jika pun ada bantuan simultan uang Rp2,5 juta untuk tiap-tiap keluarga miskin, dia nilai bukan solusi jangka panjang.

Baca Juga:  Dr. KH Muhaimin: AHSAN Lahir di Saat yang Tepat

“Selama ini bantuan semacam ini, kan, hanya bertahan dalam waktu singkat, dan ini tidak bisa mengentaskan kemiskinan masyarakat di Jawa Timur,” paparnya.

Pengentasan kemiskinan, kata Mathur, perlu diatasi jangka panjang dengan cara perbaikan infrastruktur di desa, distribusi air bersih, dan terjaminnya aliran listrik.

Dengan begitu, imbuh Mathur, ekonomi masyarakat akan bergeliat tumbuh, dan ujungnya, angka kemiskinan lebih mudah ditekan.

“Ke depan, data kemiskinan akan kami minta melalui operator desa, kemudian bantuan yang diberikan harus sesuai dengan kebutuhannya,” tutupnya.(hel/ky)