PERIODE II

Gandeng Dinkes P2KB, TP PKK Sumenep Gelar Bimtek, Refreshing dan Lomba Kader BKB 

Media Jatim
TP PKK
(Muhammad Iqbal/Media Jatim) TP PKK Sumenep bekerja sama dengan Dinkes P2KB setempat gelar pembukaan kegiatan Bimtek, Refreshing dan Lomba Kader BKN di Gedung PPNI, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Selasa (6/6/2023).

Sumenep, mediajatim.com — Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Sumenep melaksanakan pembukaan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek), Refreshing dan Lomba Kader Bina Keluarga Balita (BKB) di Gedung PPNI, Jalan Lingkar Barat, Desa Babbalan, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, Selasa (6/6/2023).

Dalam pelaksanaan acara ini, TP PKK Sumenep bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) setempat.

Ketua TP PKK Sumenep Nia Kurnia Fauzi melalui Ketua Bidang 2 Henny Jakfar dalam sambutannya menyebut, kegiatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan anggota keluarga dalam mendidik anak-anaknya.

Baca Juga:  8 Pengurus Cabang GP Ansor Pamekasan Jadi Bacaleg 2024

“Tiga aspek yang menjadi fokus kader TP PKK, yaitu pendidikan, kesehatan dan pengasuhan pada balita,” ungkapnya, Selasa (6/6/2023).

Jika tiga aspek dasar tersebut dapat dibangun dengan baik, kata Henny, maka kondisi keluarga akan sejahtera. “Agenda pembangunan sumber daya manusia ini tengah menjadi prioritas pemerintah,” tukasnya.

Banner Iklan Media Jatim

Sementara itu, Ketua Pokja 2 TP PKK Sumenep Hariyanto menjelaskan bahwa kegiatan tersebut akan berlangsung selama tiga hari.

Banner Iklan Media Jatim

“Hari ini kita menggelar Bimtek. Sedangkan dua hari ke depan kegiatan Refreshing dan Lomba Kader BKB. Jumlah peserta saat ini mencapai 55 orang,” ungkapnya saat diwawancarai mediajatim.com, Selasa (6/6/2023).

Baca Juga:  Untuk Tekan Perkawinan Anak, Dinkes P2KB Sumenep Luncurkan Sadel Cepak

Lebih lanjut Hariyanto menerangkan, kegiatan ini dilaksanakan untuk memaksimalkan peran TP PKK di masing-masing kecamatan.

Masyarakat di beberapa kecamatan, ucap Hariyanto, masih minim pengetahuan soal kesehatan, stunting, pendidikan anak, dan peningkatan kesejahteraan keluarga.

“Setahu saya yang jadi fokus kami itu di Kecamatan Gapura, Kecamatan Lenteng, Kecamatan Dasuk dan Kecamatan Ambunten. Beberapa kecamatan lainnya di Sumenep kami nilai juga masih kurang maksimal dalam menangani stunting,” pungkasnya.(mj12/faj)