6 Ribu Anak Yatim di Sampang Dapat Santunan Rutin, Hj. Mimin: Ini Kebiasaan sebelum Jadi Bupati

Media Jatim
Sampang Santunan Yatim
(M. Arif/Media Jatim) Istri Bupati Sampang Hj. Mimin Slamet Junaidi (baju hitam) menyantuni ratusan anak yatim di Pendapa Trunojoyo, Kamis (8/6/2023).

Sampang, mediajatim.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang melalui Dinas Sosial (Dinsos) menggelar santunan untuk 500 anak yatim dari 14 kecamatan di Pendapa Trunojoyo, Kamis (9/6/2023).

Santunan rutin yang mengusung tema, “Keutamaan Berbagi dan Memberi Bukan kepada Mereka yang Dicintai, tetapi Berbagi kepada Mereka yang Membutuhkan” ini dihadiri istri Bupati Sampang Hj. Mimin Slamet Junaidi.

500 anak yatim penerima santunan berasal dari Kecamatan Karang Penang 26, Kedungdung 55 anak, Omben 38 anak, dan Tambelangan 34.

Lalu Kecamatan Robatal 24 anak, Sampang 80, Sokobanah 30, Pangarengan 16, Sreseh 26, dan Torjun 31 anak.

Selanjutnya Kecamatan Banyuates 49 anak, Ketapang 35 anak, Jrengik 24, dan terakhir Camplong 32 anak.

Istri Bupati Sampang Hj. Mimin Slamet Junaidi menerangkan bahwa santunan adalah kegiatan yang digemari Bupati Slamet Junaidi jauh sebelum menjadi Bupati Sampang.

“Suami saya sering membawa satu mobil pikap berisi beras yang disalurkan ke masyarakat setiap bulannya,” ungkapnya saat memberikan sambutan, mewakili Bupati Sampang Slamet Junaidi di Pendapa Trunojoyo, Kamis (8/6/2023).

Baca Juga:  Terima Laporan Kios Pupuk Beroperasi Tanpa Izin, DKPP Pamekasan Minta Polres Bergerak!

Sebelum menjadi bupati, lanjut Ketua TP PKK Sampang tersebut, H. Idi melakukan kebiasaan tersebut dengan cara diam-diam sehingga tidak terdengar media massa.

“Saat ini alhamdulillah sudah menjadi kegiatan rutin Pemkab Sampang menyantuni anak yatim, dan rutinitas ini menjadi bentuk kepedulian kami kepada mereka,” ujarnya.

Selain itu, tambah Mimin, pihaknya sudah menganggap ribuan anak yatim tersebut sebagai anak sendiri dan perlu diperhatikan apa saja kebutuhannya.

“Saya harap hal ini bisa membantu kebutuhan anak yatim di Sampang, dan semoga program ini terus-menerus dianggarkan setiap tahun,” harapnya.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sampang Mohammad Fadeli mengatakan akan tetap menganggarkan dana santunan setiap tahunnya dan akan menyesuaikan dengan kekuatan anggaran yang ada.

Baca Juga:  Sepuluh Tahun Rencana Pembangunan Waduk Blega Tanpa Kejelasan

“Alhamdulillah tahun ini kami anggarkan sama seperti tahun 2022 lalu, yaitu sebanyak 6.000 anak yatim setiap tahun,” ungkapnya, Kamis (8/6/2023).

Mengenai santunan yang diberikan, kata Fadeli, yakni berupa uang Rp250 ribu, beras 10 kilogram, dan sembako seperti mie dan bahan pokok lainnya.

“Sebisa mungkin kami akan menganggarkan setiap tahun disesuaikan dengan postur anggaran, apalagi, program ini didukung penuh oleh Bupati Slamet Junaidi,” paparnya.

Salah seorang ibu dari anak yatim penerima santunan asal Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Sampang, Muslihah (43), mengaku terbantu dengan santunan tersebut.

“Sejak suami saya meninggal 2013 lalu, saya sangat terbantu, sebab, harus kerja sendiri untuk kebutuhan,” ungkapnya,Kamis (8/6/2023).

Menurut Muslihah, program santunan sudah ada sejak dulu, namun, sekarang lebih sering dilaksanakan Pemkab Sampang.

“Semoga berlanjut untuk pemerintahan selanjutnya, dan semoga bermanfaat bagi masyarakat yang butuh ditolong secara ekonomi,” pungkasnya.(rif/ky)