Sentra Batik Pamekasan Beralih Fungsi Jadi Lapangan Bulu Tangkis, Ada Banner Raka Jaya Cup 2023

Media Jatim
Sentra Batik Pamekasan
(Fitria M/Media Jatim) Gedung sentra batik yang menjadi lapangan bulu tangkis, Kamis (22/6/2023).

Pamekasan, mediajatim.com — Salah satu gedung di Sentra Batik Pamekasan di Desa Klampar, Kecamatan Proppo berubah fungsi menjadi lapangan bulu tangkis.

Pantauan mediajatim.com, Kamis (22/6/2023), yang menjadi lapangan adalah gedung Pasebhan Pangghelar Bathek yang ada di sisi paling barat kompleks.

Di dalam gedung ini ada garis lapangan, tiang net, papan skor dan papan nama tim. Bahkan, ada banner di bagian depan yang menjelaskan adanya pagelaran lomba di lokasi bernama Raka Jaya Cup 2023.

Direktur Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Klampar, Kecamatan Proppo Abdus Suhud membenarkan gedung tersebut menjadi lapangan bulu tangkis.

“Tapi peralatan itu bongkar pasang, tidak menetap dan bukan berarti beralihfungsi,” ungkapnya kepada mediajatim.com, Kamis (22/6/2023).

Baca Juga:  Ketua Fraksi PKB DPRD Pamekasan Cuti Dua Bulan karena Jadi Petugas Haji 2023

Karena tidak menetap, kata Suhud, gedung tersebut tetap pada fungsi utamanya sebagai salah satu gedung Sentra Batik Klampar Pamekasan.

Terlepas dari itu, Suhud mengatakan bahwa Sentra Batik Klampar Pamekasan ini tidak diminati para perajin dan penjual lantaran sepi dan jauh dari keramaian.

“Mereka butuh perputaran modal sementara di sini sepi peminat untuk membeli batik. Entah mungkin jika siang juga terlalu panas lokasinya, kurang teduh atau mungkin kurang bisa dijangkau dibandingkan Pasar 17 Agustus,” terang Suhud.

Suhud menambahkan, masyarakat perajin, penjual dan pembeli batik tetap memilih untuk datang ke Pasar 17 Agustus daripada ke sentra batik.

Baca Juga:  Ngobrol Bareng Komunitas, Annisa Zhafarina Paparkan 6 Tips Bijak Gunakan Internet

“Di sana, kan, sudah paten di mata masyarakat sebagai pasar batik, jadi tidak mudah untuk memindahkannya ke sini,” ujarnya.

Suhud melanjutkan, BUMDes sudah berupaya menghidupkan Sentra Batik Pamekasan dengan cara bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) mengadakan pelatihan membatik hingga mendatangkan tutor dari Yogyakarta.

“Seperti pelatihan pembuatan canting batik agar pembatikan lebih efisien dan sebagainya,” jelas Suhud.

Namun, kegiatan ini tidak berkelanjutan. Sepinya peminat dan kunjungan masyarakat ke Sentra Batik menjadi faktor kegiatan tersebut dihentikan.(mj15/ky)