IMG-20240616-WA0023
IMG-20240616-WA0022
IMG-20240616-WA0001

Raperda Tembakau Jawa Timur Larang Pedagang Ambil Sampel Gratis, Aliyadi Mustofa: Milik Petani Wajib Dibeli!

Media Jatim
Tembakau Madura
(Dok. Media Jatim) Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur Aliyadi Mustofa.

Surabaya, mediajatim.com — Sejumlah gudang perwakilan pabrik rokok mulai membeli tembakau petani di Madura sejak seminggu terakhir.

IMG-20240615-WA0011
IMG-20240616-WA0002
IMG-20240615-WA0010
IMG-20240616-WA0003
IMG-20240616-WA0005

Ironisnya, persoalan klasik kembali muncul, yakni terkait pengambilan sampel jual beli tembakau yang terlalu banyak oleh gudang perwakilan pabrik.

IMG-20240616-WA0004
IMG-20240616-WA0007
IMG-20240616-WA0008
IMG-20240616-WA0006
IMG-20240616-WA0009

Persoalan klasik yang merugikan petani ini menjadi atensi khusus DPRD Jawa Timur (Jatim) saat ini.

IMG-20240616-WA0017
IMG-20240616-WA0014
IMG-20240616-WA0018
IMG-20240616-WA0031
IMG-20240616-WA0024

Legislatif tingkat satu itu tengah mengkaji Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) untuk melindungi petani tembakau dari kerugian pengambilan sampel tersebut.

Baca Juga:  Hendak Hadiri Rakor, Ketua KPU Pamekasan Kecelakaan di Sidoarjo

Ketua Komisi B DPRD Jatim Aliyadi Mustofa mengatakan, persoalan yang dihadapi petani tembakau sangat kompleks dari saat buka lahan tembakau hingga panen.

Oleh sebab itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim, kata Aliyadi, tengah mengatur Raperda tentang tata niaga tembakau ini.

Sekarang, regulasi usulan eksekutif tersebut tengah dikaji oleh legislatif.

“Ada beberapa penekanan dalam regulasi itu. Salah satunya, terkait pengambilan sampel tembakau oleh pedagang. Banyak laporan bahwa di bawah, sampel yang diambil terlalu banyak,” kata Aliyadi kepada mediajatim.com, Selasa (15/8/2023).

IMG-20240615-WA0017
IMG-20240615-WA0016
IMG-20240616-WA0026
IMG-20240616-WA0013

Sampel yang terlalu banyak tersebut, kata politisi PKB itu, tidak dikembalikan kepada petani dan praktik semacam ini jelas hanya menguntungkan pedagang dan merugikan petani.

Baca Juga:  Titik Razia Rokok Ilegal Kini Berpindah ke Pamekasan Sisi Barat

“Kasihan petani kalau sampel yang diambil pedagang sangat banyak dan tidak dikembalikan,” tuturnya.

Untuk itu, kata Aliyadi, dalam Raperda yang mengatur tentang tata niaga tembakau itu, mekanisme pengambilan sampel diatur maksimal 1 kilogram (Kg) dan sampel tersebut tidak diambil cuma-cuma, tetapi harus menjadi bagian yang juga dibeli.

“Tidak boleh lagi nantinya ada sampel tembakau yang diambil oleh pedagang. Wajib dikembalikan atau dibeli sesuai harga yang disepakati bersama,” tegasnya.

Aliyadi menyampaikan, draf Raperda tersebut tengah dikaji. Tujuannya, agar regulasi itu tidak hanya jadi macan kertas tetapi juga benar-benar menguntungkan bagi petani.

“Mohon doanya agar draf Raperda ini segera final dan bisa bermanfaat bagi masyarakat luas, khususnya, bagi para petani tembakau,” tandasnya.(*/ky)