PERIODE II

Kadisdikbud Pamekasan: Dulu Berjuang Merebut Tanah Air, Hari Ini untuk Sektor-Sektor Strategis!

Media Jatim
Kadisdikbud Pamekasan
(Dok. Media Jatim) Kadisdikbud Pamekasan Akhmad Zaini memberikan arahan kepada jajarannya.

Pamekasan, mediajatim.com – Pada Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Republik Indonesia (RI), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan menginstruksikan seluruh sekolah untuk aktif berpartisipasi.

Kepala Disdikbud Pamekasan Akhmad Zaini telah memerintahkan sekolah-sekolah untuk lebih semangat merayakan HUT RI tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kami meminta sekolah untuk memasang aksesoris seperti umbul-umbul dan lampu hias serta menjaga kebersihan sekolah pada momentum hari kemerdekaan,” terang Zaini kepada mediajatim.com, Rabu (16/8/2023).

Dan yang tidak kalah penting, imbuh Zaini, adalah adanya lomba. “Ini bukan sekadar ajang kompetisi tapi sebagai bentuk partisipasi memeriahkan HUT Kemerdekaan ke-78 RI,” jelasnya.

Selain perayaan simbolik dan seremonial, Kadisdikbud menekankan seluruh jajaran di naungan Disdikbud Pamekasan untuk merefleksikan sisi-sisi substansial pada HUT Kemerdekaan ke-78 ini.

Banner Iklan Media Jatim

Misalnya, kata Zaini, para stakeholders pendidikan harus memahami bahwa hari kemerdekaan bukanlah hadiah, tapi, sebuah hasil dari perjuangan yang berdarah-darah.

“Tanah yang kita tempati saat ini terpercik darah-darah para pahlawan,” kata mantan Kepala Dinas Pepustakaan Pamekasan itu.

Jika dulu tumpah darah pejuang kemerdekaan karena memperebutkan tanah air, lanjut Zaini, yang memang menjadi hak, sekarang, perjuangan ialah untuk mengambil alih sektor-sektor strategis.

“Oleh karena itu, sebagai instansi yang mencetak generasi penerus bangsa maka kita harus bisa melanjutkan perjuangan pahlawan bangsa tentunya dalam bidang pendidikan,” paparnya.

Zaini juga menjelaskan, ada keterkaitan tema HUT Kemerdekaan ke-78 RI, “Terus Melaju untuk Indonesia Maju” dengan kurikulum merdeka yang berlaku saat ini.

Baca Juga:  Ngaji Ramadhan, ALMASBIR: Bentuk Khidmah kepada Ahli Ilmu

“Merdeka bukan berarti bebas. Anak-anak merdeka dalam arti belajar secara mandiri. Salah satunya dengan belajar secara digital. Karena saat ini semua serba digital. Ke depannya memang diarakan ke sana, baik guru maupun siswa harus sama-sama memiliki kompetensi digital,” imbuhnya.

Terakhir, Zaini menerangkan, bahwa konsep digitalisasi ini akan mempercepat dan mempermudah pembelajaran karena informasi dan materi pembelajaran pada kurikulum merdeka bisa diakses di platform yang sudah disediakan oleh Kemendikbudristek RI.(mj15/ky)