PERIODE II

Harga Tertinggi Tembakau di Gudang P4TM Rp70 Ribu, H. Her: Jangan Petik Muda Agar Tak Dicari-cari Salahnya!

Media Jatim
H. Her Tembakau
(Ongky Arista UA/Media Jatim) Ketua P4TM H. Her mengambil sampel tembakau pada acara FGD Jilid I PWI Pamekasan, Senin (14/8/2023).

Pamekasan, mediajatim.com — Paguyuban Pelopor Petani dan Pedagang Tembakau se-Madura (P4TM) sudah membeli tembakau petani sejak Kamis (17/8/2023).

Pada hari kedua, Jumat (18/8/2023), tembakau petani dibeli Rp70 ribu tertinggi dan Rp45 ribu terendah.

Ketua P4TM H. Khairul Umam menerangkan, harga tersebut mengacu pada kualitas tembakau yang ada sementara ini.

“Kualitas bagus, cuma kita imbau lagi ke petani, jangan tembakaunya dipetik muda, dan jangan dikasih gula tembakaunya,” harap pria yang akrab disapa H. Her itu.

H. Her menerangkan, imbauan agar tidak dipetik muda tersebut agar tembakau petani berkualitas dan harganya tidak murah.

Banner Iklan Media Jatim

“Jadi, petani juga harus menjaga kualitas tanamannya, jangan dipetik muda, dan jangan kasih gula, agar tidak dicari-cari salahnya sama pabrik, kalau dipetik muda, dicari salahnya petani ini, maksud saya begitu dan P4TM akan pasti memperjuangkan,” jelasnya.

Sejauh ini, kata H. Her, tembakau yang sudah dibeli P4TM kurang lebih 700 bal. Jika per bal berisi 50 kilogram (Kg) maka tembakau yang sudah dibeli P4TM yakni 35.000 Kg.

Tembakau yang masuk ke P4TM, kata H. Her, akan dikirim ke pabrik-pabrik.

“Oleh sebab itu saya imbau agar tembakau tidak dipetik muda, petani juga harus menjaga kualitas agar tidak dicari kelirunya sama pabrik,” tegasnya.

Ciri-ciri daun tembakau dipetik muda ini bisa dilihat dari warna masih hijau, dan tidak ada aromanya.

Baca Juga:  Satpol PP Pamekasan Klaim Sosialisasi Tuai Hasil, Sejumlah Toko Berhenti Jual Rokok Ilegal!

Sementara tembakau yang dikasih gula bisa ketahuan saat dipegang karena biasanya merekat ke tangan.

“Efeknya kata pabrik, pembakaran, terus rawan kebakaran kalau ditimbun kalau dikasih gula, jadi, itulah,” tuturnya.

H. Her menegaskan, bahwa P4TM tetap tidak mengambil sampel tembakau secara gratis. “Sampel yang kita ambil milik petani, kita beli, tidak diambil gratis,” pungkasnya.(*/ky)

Respon (1)

  1. Assalamualaikum bapak her yg terhormat,..kalau menurut saya pribadi…yang salah bukan dari petani pak…yang salah itu pedagang keringnya…kan yg dipetik pertama itu pohon yg sudah tua…daerah candiburung yang punyak cuman 1orang….karena sama pedagang keringnya di ambil mahal….jadi tetangga2 ikut petik pak walaupun tembakaunya muda…katanya takut gak kebagian harga mahal…tapi tetap aja di ambil mahal sama pedagang keringnya….coba kalau gak ada yg beli 100% gak bakalan ada dipetik muda pak maaf pak ini katanya seorang petani…

Komentar ditutup.