Banner Iklan Media Jatim

TP PKK Sumenep Kampanyekan Bahaya Perkawinan Anak Melalui Lomba Cerdas Cermat Cepak

PKK
(Dok. Media Jatim) Pelaksanaan Pemantapan Materi dan Technical Meeting Lomba Cerdas Cermat Cepak di Aula Sekretariat PKK Kabupaten Sumenep, Rabu (23/8/2023).

Sumenep, medijatim.com — Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) melalui Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) menggelar Pemantapan Materi dan Technical Meeting Lomba Cerdas Cermat Pencegahan Perkawinan Anak (Cepak) di Aula Sekretariat PKK setempat, Rabu (23/8/2023).

Ketua TP PKK Sumenep Nia Kurnia Fauzi melalui Sekretarisnya Diah Suryani Widayati mengatakan bahwa Cerdas Cermat Cepak ini digelar untuk mengkampanyekan bahaya perkawinan anak.

Salinan dari atas dedikasinya selama 5 tahun, menggagas banyak terobosan, menciptakan program-program lompatan dan berguna bagi masa depan Pamekasan_20230925_204820_0000
20230925_204733_0000
20230925_203345_0000

Selama ini, kata Diah, Pemkab Sumenep memang telah melakukan beberapa upaya untuk menekan tingginya perkawinan anak di kabupaten ujung timur Pulau Madura ini.

Baca Juga:  Era Digital Memunculkan Banyak Peluang Sekaligus Tantangan

“Selain melalui Cerdas Cermat Cepak ini, Pemkab juga meluncurkan Desa Model Pencegahan dan Penanganan Perkawinan Anak (Sadel Cepak),” ungkapnya, Rabu (23/8/2023).

atas dedikasinya selama 5 tahun, menggagas banyak terobosan, menciptakan program-program lompatan dan berguna bagi masa depan Pamekasan_20230925_173636_0000
Salinan dari atas dedikasinya selama 5 tahun, menggagas banyak terobosan, menciptakan program-program lompatan dan berguna bagi masa depan Pamekasan_20230925_193350_0000
Salinan dari atas dedikasinya selama 5 tahun, menggagas banyak terobosan, menciptakan program-program lompatan dan berguna bagi masa depan Pamekasan_20230925_231001_0000

Diah menjelaskan, berdasarkan data Dispensasi Perkawinan tahun 2022, perkawinan anak di Sumenep mencapai angka 315 kasus.

“Tingginya angka perkawinan anak ini dapat berdampak terhadap langgengnya angka kemiskinan serta membahayakan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kabupaten Sumenep,” tuturnya.

Kepala Dinsos P3A Sumenep Achmad Dzulkarnain melalui Kabid Perlindungan Anak Dwi Regnani mengatakan, perkawinan anak memang memiliki dampak serius terhadap psikologi dan kematangan fisik, utamanya untuk mempertanggungjawabkan anak hasil pernikahannya.

Baca Juga:  Bupati Baddrut Inginkan Pamekasan Jadi Sentra Garam Nasional

“Anak yang menikah di usia dini akan cenderung putus sekolah serta meningkatkan resiko kematian ibu dan bayi serta rentan stunting,” jelasnya, Rabu (23/8/2023).

Pihaknya menegaskan, kampanye ini dilakukan untuk menyelamatkan generasi bangsa dari dampak negatif pernikahan anak.

“Kami berharap dengan adanya program ini, bisa menambah wawasan serta bekal kepada TP PKK di semua tingkatan agar bisa menekan angka perkawinan anak di Kabupaten Sumenep,” pungkasnya.

Pantauan mediajatim.com, acara ini dihadiri oleh perwakilan Dinsos P3A, serta TP PKK semua kecamatan di Sumenep.(mj17/faj)