Banner Iklan Media Jatim

SMKN 1 Kalianget Sumenep Disegel Ahli Waris, Ratusan Siswa Terpaksa Belajar Daring

SMKN
(Dok. Media Jatim) Pintu Gerbang SMKN 1 Kalianget disegel oleh ahli waris pemilik tanah.

Sumenepmediajatim.com — Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Kalianget, Sumenep, terpaksa harus dilakukan secara daring. Hal ini terjadi karena sekolah sedang disegel oleh ahli waris pemilik tanah sejak Minggu (17/9/2023) kemarin.

Kepala SMKN 1 Kalianget Ishak membenarkan bahwa akibat penyegelan ahli waris tanah tersebut, proses KBM ratusan siswa di sekolah yang ia pimpin itu terpaksa dilaksanakan secara online.

Banner Iklan Media Jatim

“Kemarin pada hari Minggu sekolah ini disegel oleh ahli waris tanah yakni almarhum Ach. Dahlan. Saya kasihan kepada murid-murid, mereka menjadi korban,” ungkapnya, Selasa (19/9/23).

Ahli waris tanah SMKN 1 Kalianget menyegel sekolah, tutur Ishak, karena Pemkab Sumenep belum membayar ganti rugi tanah warisannya itu.

Baca Juga:  Hari Ini, 37 Tahun yang Lalu PCNU Jember Resmi Mendirikan UIJ

Ishak mengaku sudah melakukan mediasi terhadap ahli waris pemilik tanah SMKN 1 Kalianget Far’i Hidayat Hadi. Namun hasilnya nihil, pintu gerbang sekolah tetap disegel.

“Kami sudah dua kali ke pihak ahli waris almarhum Ach. Dahlan. Pada Minggu dan Senin kemarin, kami memohon agar segel dibuka dan pembelajaran tetap berjalan normal. Namun permohonan kami ditolak. Dia tetap bertahan tidak akan membuka sebelum selesai pembayaran,” imbuhnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum ahli waris pemilik tanah SMKN 1 Kalianget Mohammad Arifin mengatakan, penyegelan sekolah tersebut sepenuhnya adalah hak ahli waris.

Baca Juga:  Pastikan Hewan Kurban Sehat, Dokter Hewan Pacitan Buka Posko Pemeriksaan Gratis di Pasar Pon

“Saya kecewa terhadap Pemkab Sumenep. Dari dulu hanya berjanji untuk membayar ganti rugi lahan milik klien saya, nyatanya sampai sekarang belum dibayar. Jadi terpaksa harus kami segel,” ungkapnya, Selasa (19/9/2023).

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdindik) Jawa Timur Wilayah Sumenep Budi Sulistyo mengatakan bahwa pihaknya bersama ahli waris dan Pemkab Sumenep sudah bernegosiasi.

“Pemkab Sumenep akan bayar. Cuma mencari regulasi yang tepat berkenaan dengan mekanismenya. Kami masih koordinasi dengan Provinsi membahas SMKN 1 Kalianget,” paparnya.

mediajatim.com juga menghubungi Kepala Bagian (Kabag) Hukum Setkab Sumenep, Hizbul Wathan untuk dimintai keterangan. Namun, hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.(mj21/faj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *