News  

Jejak Program Bupati Pamekasan Baddrut Tamam Bidang Layanan Kependudukan, Plt Kadis: Kami Dipaksa Berinovasi!

Inovasi Baddrut Tamam
(Dok. Media Jatim) Bupati Pamekasan Baddrut Tamam (tengah) saat meluncurkan layanan Sip Pak Kades Dispendukcapil.

Pamekasan, mediajatim.com — Baddrut Tamam dan Fattah Jasin secara resmi akan meninggalkan kursi Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan pada 24 September 2023.

Menjelang momentum purnatugas ini, Plt Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Pamekasan Achmad Faisol membeberkan sejumlah hal secara khusus tentang Bupati Baddrut.

Bagi Faisol, Baddrut Tamam adalah sosok pemimpin penggagas dan selalu menginginkan kecepatan dalam setiap program yang digagasnya.

Tipikal Bupati Baddrut yang selalu ingin cepat ini, kata Faisol, tampak saat dirinya diberi mandat menjadi Kadispendukcapil Pamekasan.

Bupati, lanjut Faisol, langsung mendorong dirinya untuk memunculkan program akseleratif bidang layanan dokumen kependudukan.

“Bupati mengatakan berulang kali kepada saya agar bisa melayani masyarakat dengan sepenuh hati dan melahirkan berbagai layanan inovatif,” ungkapnya kepada mediajatim.com, Rabu (20/9/2023).

Lebih dari sekadar kata, imbuh Faisol, Baddrut Tamam bahkan menekan dirinya sebagai Kepala Dinas (Kadis) agar segera memunculkan program pelayanan yang prima dan wajib gratis.

Baca Juga:  Ketua PPS di Sumenep Jadi Buronan Polisi dalam Kasus Penyelundupan Pupuk Subsidi 18 Ton

“Kami sangat ditekan agar semua layanan wajib terhindar dari pungutan liar (Pungli) agar tidak lagi menyusahkan masyarakat, dan akhirnya, terbentuk inovasi Lantor,” bebernya.

Program Lantor itu kepanjangan dari Layanan Tak Osa Toron Dari Motor atau Layanan Tidak Perlu Turun dari Sepeda Motor–di mana pemohon dokumen kependudukan tinggal melewati loket khusus dan akan dilayani tanpa perlu turun dari kendaraan.

“Kami juga membuat Sistem Pelayanan Administrasi Kependudukan di Kantor Desa (Sip Pak Kades) agar masyarakat cukup mengurus administrasi kependudukan di balai desa masing-masing, dan saat ini sudah ada 18 desa yang menggunakan itu, dan ini masih tetap dikembangkan,” paparnya.

Faisol menyebutkan, bahwa semua layanan ini dilahirkan dari diskusi dengan Bupati Pamekasan Baddrut Tamam.

“Beliau suka sekali diskusi, berpikiran terbuka, menerima kritik dari siapa pun, dan kami menilai, semua idenya hebat ke depan, jika belum dirasakan sekarang, mungkin nanti,” imbuhnya.

Baca Juga:  Hanya UIM yang Punya Bank Amal: Mahasiswa dan Dosen Hunting Sampah di Acara-Acara NU!

Selain itu, kata Faisol, ada inovasi namanya Rumah Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) atau rumah khusus yang akan mencetak dokumen kependudukan secara otomatis seperti halnya mesin ATM yang bisa mengeluarkan uang melalui mesin ADM yang digagas Ditjen Dukcapil Kemendagri.

Inovasi adanya rumah khusus ADM ini hasil pemikiran dan usaha Baddrut Tamam.

“Kalau ADM memang dari Dukcapil, rumah ADM ini yang digagas Pak Bupati, dan saat ini masih digarap dan hampir selesai, itu berasal dari Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Jatim, hasil permohonan Pak Bupati,” tuturnya.

Berdasarkan pada gerak cepat dan gagasannya itu Baddrut Tamam dianggap layak dijadikan figur pemimpin bagi daerah yang ingin cepat berkembang dan selalu berpikir maju ke depan.

“Semoga pengabdian beliau selama menjabat menjadi motivasi bagi semua pegawai Pemkab Pamekasan serta kami semua bisa meneladani gagasannya yang jauh ke depan dalam memajukan daerah menjadi lebih baik,” pungkasnya.(rif/ky)