PERIODE II

Budayawan Bangkalan Sebut Kericuhan Piala Presiden 2023 Coreng Esensi Nilai Karapan Sapi!

Media Jatim
Karapan Sapi Bangkalan
(Dok. Media Jatim) Budayawan Bangkalan R. Muhammad bin Rahmad.

Bangkalan, mediajatim.com — Karapan Sapi Piala Presiden 2023 di Stadion R.P. Moch Noer, Kabupaten Bangkalan, diwarnai kericuhan, Minggu (8/10/2023).

Salinan dari Display Hari Bhayangkara'24_20240724_133806_0000
14_20240724_133640_0001

Pada saat kericuhan berlangsung, sejumlah warga di lokasi terekam menenteng dan menghunus senjata tajam (Sajam) berupa celurit. Kericuhan tersebut juga menyebabkan tiga orang terluka.

Peristiwa ini memantik perhatian publik. Pertama karena karapan sapi adalah kompetisi yang memiliki akar kebudayaan. Kedua, polisi dan TNI di lokasi gagal mengantisipasi pembawa Sajam.

Salah seorang budayawan Bangkalan, R. Muhammad bin Rahmad, mengatakan bahwa kericuhan pada pagelaran karapan sapi mencoreng nilai esensial karapan sapi itu sendiri.

Baca Juga:  Kemenpan RB Apresiasi MPP, Wabup Sampaikan Terimakasih

Esensi pagelaran karapan sapi, kata pria yang akrab dipanggil Aang itu, adalah untuk menjalin silaturahmi masyarakat di Madura yang mayoritas petani dan peternak sapi.

“Sapi bagi petani adalah sumber kehidupan, dulu sapi juga dipakai untuk karapan, untuk silaturrahmi antarmasyarakat,” katanya, Selasa (10/10/2023).

Karapan sapi, lanjut Aang, juga merupakan kegiatan yang dinanti-nanti karena menyenangkan dan mendorong suasana guyub.

Kalau hari ini karapan sapi menjadi kompetisi dan ada gelar juara yang diperebutkan, kata Aang, itu sudah hal lain yang berkembang.

“Dulu tidak ada juaranya, makanya ada istilah golongan atas dan golongan bawah, jadi jangan sampai kegiatan budaya yang menggembirakan justru jadi mencekam,” paparnya.

Baca Juga:  Hujan Deras, Penonton Banjiri Ansor Cup Kadur 2017

Selama ini, kata Aang, pagelaran karapaan sapi selalu dijaga ketat. Pagelaran ini dijamin keamanannya dan penonton yang datang juga diperiksa.

Namun, upaya aparat pada pagelaran Karapan Sapi Piala Presiden 2023 di Bangkalan tidak menuai hasil maksimal.

“Saya rasa aparat kepolisian sudah berupaya, tetapi masih perlu banyak evaluasi,” pungkasnya.(hel/ky)