PERIODE II

Kesaksian Pemilik Rumah tentang Api Misterius di Sumenep: Melalap Gambar Masjid Nabawi dan Ka’bah!

Media Jatim
Api di Rumah Warga Sumenep
(Kurdianto Al Laily/Media Jatim) Warga memadamkan api yang tiba-tiba menyala di dalam lemari rumah Juhairiyah di Desa Payudan Nangger, Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep, Senin (9/10/2023).

Sumenep, mediajatim.com — Untuk pertama kalinya api itu muncul di rumah milik Juhairiyah di Dusun Kowel, Desa Payudan Nangger, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, sekitar pukul 14.00 WIB, 3 Oktober 2023.

Api itu muncul secara tiba-tiba. Pertama-tama membakar kain bergambar masjid Nabawi dan Ka’bah yang dipajang di dinding depan kamar Juhairiyah.

Lalu, api itu muncul kembali di titik berbeda di hari berikutnya. Api itu membakar dinding kamar, kursi, bantal dan baju yang ada di dalam lemari.

Kemunculan api yang begitu tiba-tiba ini, tanpa diketahui sebab musababnya dan tanpa ada percikan bahan bakarnya ini akhirnya menghebohkan warga Sumenep.

Sejak 3 Oktober itu, kemunculan api di rumah Juhai masih menjadi teka-teki, menyisakan pertanyaan di kepala warga, dan belum diketahui apa sebab musababnya.

Hasil Penelusuran Media Jatim ke Rumah Juhairiyah

Pada Senin (9/10/2023) siang, mediajatim.com mendatangi rumah Juhai di Desa Payudan Nangger, Kecamatan Guluk-Guluk.

Sesampainya di lokasi, media ini tidak langsung menyaksikan adanya fenomena api misterius tersebut.

Juhai, anaknya dan tetangga sekitar berkumpul di teras luar. mediajatim.com ditemui di teras luar ini.

Lalu kepada media ini Juhai menceritakan fenomena munculnya api yang begitu misterius itu.

Pada 3 Oktober 2023, sekitar pukul 13.00 WIB, Juhai baru saja pulang dari sekolah tempatnya berjualan.

Belum sampai masuk ke rumahnya, Juhai diberitahu oleh salah seorang saudaranya bahwa di dalam rumahnya ada aroma benda terbakar.

Namun, Juhai mengabaikan itu karena dia sendiri mengaku tidak mencium aroma apa pun dari dalam rumahnya.

Baca Juga:  Polisi Periksa 4 Saksi Tewasnya Perempuan Asal Jateng di Sampang

“Di mana? Saya tidak merasakan bau asap, tidak mungkin ada kebakaran di rumah. Itu yang saya katakan kepada saudara saya,” ujar Juhairiyah kepada mediajatim.com, Senin (9/10/2023).

Karena tidak merasakan ada bau asap sama sekali, Juhai lalu berangkat membeli kebutuhan ternak ke toko di sekitar rumahnya.

Tetapi begitu kembali ke rumah, Juhai mengaku sangat terkejut. Api sudah menyala membakar kain bergambar masjid Nabawi dan Ka’bah yang dipajang di dinding depan kamarnya.

“Suami saya menangis, kaget bukan main, dan saat itu sudah banyak saudara dan tetangga yang datang membantu memadamkan api,” imbuhnya.

Api ini, kata Juhai, muncul secara misterius–tiba-tiba dan tidak bisa ditebak–dan berpindah-pindah dari titik ke titik lain di rumahnya.

“Tidak hanya di satu titik. Bahkan beberapa titik di empat kamar rumah dan semua gorden di rumah ini pernah dilalap api,” papar Juhai.

Pada Senin (9/10/2023) sekitar pukul 06.00 WIB, api juga muncul di sisi timur teras rumahnya dan membakar tumpukan pakaian yang sudah terbakar sebelumnya.

“Untung ada anak saya dan tetangga, kebetulan dia berkunjung ke rumah karena sedang mengantar kue acara maulid, mereka langsung menyiram api itu,” tambahnya.

Saat ditanya mengapa tidak mengungsi untuk mengamankan diri dari bahaya api yang sewaktu-waktu bisa mengancam dirinya?

Juhai menjawab tidak bisa meninggalkan rumah sebab apabila ditinggalkan, rumah bisa ludes terbakar.

“Saya tidak mungkin meninggalkan rumah ini, bagaimana jika api itu tiba-tiba muncul, sedangkan saya bersama keluarga tidak ada di sini, bisa habis rumah saya ini,” jelasnya.

Baca Juga:  ASN Baru, Bupati Pamekasan: Wajib Memiliki Etos Kerja Tinggi

Juhai mengatakan bahwa api misterius itu hanya terjadi pada Oktober ini, dan tidak pernah sama sekali terjadi pada waktu sebelum-sebelumnya.

“Hanya saja sehari sebelum api itu muncul untuk pertama kalinya, di rumah ini menyeruak aroma kemenyan, menyengat hingga ke hidung saya,” bebernya.

Juhai juga menuturkan bahwa para tetangga awalnya tidak percaya dengan peristiwa aneh tersebut.

Namun, setelah sebagian dari mereka melihat sendiri kejadian itu, mereka pun akhirnya percaya.

“Tidak setiap hari muncul api. Sempat tidak muncul pada hari Rabu dan Kamis. Tapi mulai Jumat hingga sekarang api itu muncul meski tidak terus-menerus, yang jelas ada, kadang pagi, siang, dan paling akhir itu muncul di waktu isya,” tuturnya.

Saat wawancara media ini baru saja selesai, tiba-tiba anak Juhairiyah yang bernama Atik Arofah (13) memanggil-memanggil Juhai.

Atik Arofah menunjuk ke dalam kamar sisi timur rumah Juhai. Pada saat itulah diketahui ada api yang muncul seketika di dalam lemari kamar.

Sontak Juhairiyah dan beberapa warga yang ada di teras luar langsung masuk ke dalam kamar untuk memadamkan.

Di kamar bagian timur rumah ini, api melalap beberapa pakaian yang ada di dalam lemari dipan.

Warga memadamkan dengan cara menekan api memakai kayu dan menyiramnya dengan air.

Allahumna salli ala muhammad wa ala ali sayyidina muhammad,” lantun warga sambil lalu memadamkan api.(mj21/ky)