Ini Cerita Keluarga Pasien tentang Pelayanan di RSUD Smart Pamekasan

Media Jatim
RSUD Smart Pamekasan
(Firtia M/Media Jatim) Suasana di RSUD Smart Pamekasan, Selasa (5/12/2023).

Pamekasan, mediajatim.com – RSUD dr. H. Slamet Martodirdjo (Smart) Pamekasan terus berupaya meningkatkan mutu layanan dan fasilitas kesehatannya.

IMG-20240220-WA0010
IMG-20240220-WA0008

Upaya itu tentu tidaklah mudah. Butuh komitmen semua karyawan dan tenaga medis. Butuh kekompakan dan kepaduan visi misi, dan butuh kelengkapan fasilitas kesehatan.

Dikomplain dan disorot pasien dan keluarga pasien adalah hal lain lagi yang pastilah pernah. Komplain itu dianggap sebagai masukan.

“Kami perlu masukan, sampaikan keluhannya juga ke kami, agar kami bisa berbenah,” kata Direktur RSUD Smart Pamekasan dr. Budi Santoso, Senin (4/12/2023).

Salah seorang keluarga pasien asal Desa Banyupelle, Kecamatan Palengaan, Sofia (35), menceritakan pengalamannya saat menjaga ibunya yang dirawat di RSUD Smart karena menderita infeksi paru-paru.

Baca Juga:  Nataru dan Jelang Pemilu 2024, Kepala Imigrasi Pamekasan Turun Langsung dalam Operasi Jagratara

“Baik dokter maupun perawat semuanya baik, ramah, dan saya tidak merasa ada beda antara pasien BPJS dan umum. Hanya saja yang saya tahu, jika pasien umum obat yang diminum memang diantar oleh petugas, sedangkan yang BPJS diambil sendiri. Itu aja sih bedanya,” ungkapnya kepada mediajatim.com, Senin (4/12/2023).

Sofia juga mengaku tidak pernah mengalami perlakuan tidak mengenakkan selama ibunya dirawat di RSUD Smart Pamekasan sejak Jumat (1/12/2023) lalu.

“Saya maklum jika ada keterlambatan menangani pasien, karena saya tahu sendiri pasien di sini sangat banyak dibandingkan rumah sakit lainnya,” jelasnya.

Sementara Ida (41), warga Desa Pakong, Kecamatan Pakong, mengaku pernah beberapa kali bertemu dengan perawat dan Satpam yang kurang ramah kepada keluarga pasien.

Baca Juga:  Imigrasi Pamekasan Sudah Layani Pembuatan Paspor 1.822 Jemaah Haji dan Umrah 2023 Melalui Tiga Program

“Ini saya sekarang sedang jaga keponakan yang melahirkan. Lahiran normal tapi ibu bayi masih dirawat. Kalau pelayanan kesehatannya memang bagus. Semua bagus kecuali satu, saya beberapa kali bertemu perawat yang judes,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Ida mengaku pernah diusir oleh Satpam karena sempat tertidur di kamar pasien.

“Saya tidak tahu kalau yang jaga maksimal dua orang, waktu itu saya tertidur di ruang pasien kerabat saya dirawat. Tapi malah diusir kasar oleh Satpam, harusnya diberi tahu baik-baik,” imbuhnya.

Meskipun mendapat perlakuan yang kurang ramah, Ida tetap mengakui pelayanan medis di RSUD Pamekasan cukup bagus.

“Banyak pasien yang dirujuk ke sini, mungkin karena sekarang peralatannya lebih lengkap dan paling lengkap dari rumah sakit lainnya,” pungkasnya.(fit/ky)