MSFC DISPLAY WEB

Dukung Green Energy, Dosen dan Teknisi Teknologi Elektro POLTERA Olah Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar Cair

Media Jatim
Poltera Sampang
(Dok. Media Jatim) Pelatihan penggunaan Rancang Bangun Smart Pirolisis untuk mengurai sampah plastik menjadi bahan bakar cair di Desa Banyuanyar, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Kamis (21/12/2023).

Sampang, mediajatim.com — Dosen dan teknisi Jurusan Teknologi Elektro Politeknik Negeri Madura (POLTERA) menggelar pelatihan pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar cair di Desa Banyuanyar, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Kamis (21/12/2023).

Pelatihan ini menggandeng komunitas Go Green Desa Banyuanyar yang dirintis oleh Nurul Rofiqoh (45) bersama warga sekitar.

Komunitas ini mengajak warga untuk menabung segala jenis sampah plastik di Bank Sampah miliknya.

Ketua Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Jurusan Teknologi Elektro POLTERA Ibrahim Saiful Millah mengatakan bahwa salah satu permasalahan besar lingkungan hari ini adalah sampah plastik yang sulit diurai secara alami.

“Sampah plastik tidak semuanya bisa dijual lagi. Contohnya tas kresek atau plastik bungkus makanan dan semacamnya perlu teknik pengolahan khusus. Karena itu kami ciptakan alat untuk mengurai sampah ini menjadi produk lain yang bernilai jual,” tuturnya kepada mediajatim.com, Kamis (21/12/2023).

Baca Juga:  Polisi Belum Penuhi Permintaan Keluarga Korban untuk Sebar Foto Enam DPO Pemerkosaan Anak 13 Tahun di Sampang

Alat yang dimaksud Ibrahim bernama Rancang Bangun Smart Pirolisis. Alat ini berupa dua tangki yang saling terhubung oleh pipa.

Banner Iklan Media Jatim

“Sampah dimasukkan ke dalam tangki pertama kemudian diberi tekanan dengan kekuatan tertentu hingga menghasilkan uap yang mengalir ke tangki kedua melalui pipa. Di tangki kedua uap ini didinginkan sehingga menghasilkan cairan berupa bahan bakar cair,” paparnya.

Cairan yang dihasilkan bisa dijadikan bahan bakar minyak untuk lampu minyak atau kompor minyak dan semacamnya. Sementara residu dari pengolahan ini bisa dijadikan briket dan juga sabun.

Baca Juga:  Selain Target 2.000 Mahasiswa, UNIBA Madura Akan Buka 3 Fakultas Baru pada 2024

Keberlanjutan program bersama Komunitas Go Green ini akan dipantau oleh Ibrahim dan tim untuk dikembangkan menjadi program-program pengabdian lainnya seperti pengolahan sampah organik dan pengolahan sampah jenis lainnya.

Ibrahim berharap program pengabdian masyarakat yang pembiayaannya berasal dari dana pengabdian internal kampus ini selain mendukung kelestarian lingkungan dengan upaya Green Energy juga bisa menjadi peluang bisnis baru untuk masyarakat sekitar.

“Semoga semakin banyak masyarakat sekitar yang menabung sampah plastik di Bank Sampah, karena selain menjaga lingkungan juga menjadi pengembangan bisnis dengan mengolah sampah menjadi produk bernilai jual,” pungkasnya.(fit/ky)