MSFC DISPLAY WEB

Sempat Vakum, Santoso Madura Jadi Pemenang Cipta Puisi Nasional 2023 Berkat Doa Ibu

Media Jatim
Santoso Madura
(Dok. Media Jatim) Pemenang ajang Seleksi Nasional Cipta Puisi 2023 Racmad Santoso.

Pamekasan, mediajatim.com – Rachmad Santoso menjadi pemenang pada ajang Seleksi Nasional Cipta Puisi 2023 yang diselenggarakan oleh Forum Indonesia Menulis di Pontianak, 31 Agustus 2023 lalu.

Kepada mediajatim.com, Santoso menceritakan motivasi terbesarnya dalam menulis puisi selama ini.

Dia mengatakan, motivasi kuat itu berawal dari ucapan sang ibu saat mencarinya karena jarang pulang dan berada di Sanggar Makan Ati yang dia dirikan bersama kawan-kawannya.

“Suatu hari saya dicari oleh almarhumah ibu. Saya di sanggar. Waktu itu ibu minta diantarkan ke suatu tempat. Tapi tidak jadi, karena melihat aktivitas saya di sanggar dan berkata ‘ya sudah tidak apa nak, semoga kamu menjadi orang yang sukses dari jalan ini’,” ungkap Santoso saat diwawancarai mediajatim.com, Jumat (26/1/2024).

Baca Juga:  Dalam Diskusi yang Digelar Bawaslu Pamekasan, PWI Tegaskan Wartawan Tak Boleh Terpolarisasi Calon Tertentu!

Kalimat yang ibunya ucapkan itu akhirnya menjadi motivasi dan semangatnya–lebih dari itu sebagai azimat–untuk terus mendorongnya berkarya.

“Saya punya puisi yang berjudul, ‘Ibu Engkaulah Surgaku’. Ini terinspirasi dari ucapan ibu saya yang saya kolaborasikan dengan sebuah hadis, tapi puisi ini tidak akan saya kirim ke ajang lomba mana pun,” terangnya.

Banner Iklan Media Jatim

Tidak berhenti di situ, lanjut Santoso, ucapan sang ibu ini juga memotivasinya untuk menjadi seorang ASN di MTsN 1 Pamekasan.

“Dan meskipun saya sibuk menjadi staf tata usaha di sekolah, saya tetap menjalani hobi menulis puisi hingga membawa saya mendapatkan beberapa penghargaan,” tutur laki-laki yang memiliki nama pena Santoso Madura itu.

Dalam perjalanan menulisnya, Santoso juga megungkapkan pernah mengalami kejenuhan menulis puisi.

“Tetap ada saatnya di mana motivasi menurun. Saya pernah vakum agak lama menulis puisi. Tapi bisa semangat lagi setelah bertemu dan ngobrol dengan kawan lama. Entah aktivitasnya ngopi atau nyanyi-nyanyi, dari sini semangat saya menulis muncul lagi,” bebernya.

Baca Juga:  DPRD Sumenep Minta DLH Kaji Ulang Anggaran Rp900 Juta untuk Bangun Pendaurulangan Sampah

Santoso juga mengatakan bahwa mengirimkan karyanya ke ajang Seleksi Nasional Cipta Puisi 2023 hanyalah ‘kelinci percobaan’.

“Saya disarankan teman untuk ikut seleksi itu. Katanya biar nama saya bisa dikenal secara nasional, urusan menang atau tidak itu urusan juri. Waktu itu saya kirim dua puisi dan ternyata lolos,” katanya.

Dari pengalaman itu Santoso bisa memetik hikmah yakni jangan takut untuk menulis.

“Jangan pernah takut untuk menulis. Silahkan menulis tentang apa saja. Jadikan menulis untuk memperluas cakrawala,” pungkasnya.(fit/ky)