MSFC DISPLAY WEB

Imbas Ijazah Tak Terdaftar di Kemendikbudristek RI, Alumni IAIN Madura Kesulitan Daftar PPPK

Media Jatim
Kampus IAIN Madura
(Dok. Seru.co.id) Mahasiswa berjalan di depan kampus IAIN Madura di Jalan Raya Panglegur, Kecamatan Tlanakan.

Pamekasan, mediajatim.com — Sampai detik ini, ijazah sejumlah alumni STAIN Pamekasan–kini IAIN Madura–angkatan 2012 belum terigester di Sistem Verifikasi Ijazah secara Elektronik (Sivil) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI.

Salah seorang alumni TBI IAIN Madura 2016 meminta tanggung jawab kampus menyelesaikan tidak teregisternya ijazah miliknya.

“Dulu pada 2021, di laman PPPK saya mengalami kesulitan untuk mendaftar, sebab ketika memasukan nomor ijazah, tidak terbaca di Sivil,” ungkapnya, Rabu (31/1/2024).

Alumni asal Kecamatan Larangan itu juga menyebut bahwa banyak alumni yang sebenarnya tidak mengetahui ijazahnya tidak terdaftar di Sivil Kemendikbudristek RI.

“Saya sudah capek bolak-balik ke kampus dari kemarin, sebab jawabannya disuruh menunggu satu hingga dua tahun, padahal di kampus lain ada persoalan seperti ini, bisa selesai saat itu juga, tidak harus bertahun-tahun,” bebernya.

Dia juga menilai, persoalan tersebut menjadi tanggung jawab IAIN Madura untuk menyelesaikan terlepas kendala apa pun yang ditemui.

Baca Juga:  Warga Pakong Pamekasan Keluhkan Biaya Pembuatan 2 Sertifikat Tanah Rp400 Ribu

“Mungkin yang menemukan kesulitan bagi saya, yang pekerjaannya sebagai guru, tapi bagaimana pun ini menjadi tanggung jawab moral IAIN Madura untuk bisa memperbaiki kesalahan yang dilakukan, kalau perlu buat pos pengaduan, agar ditemukan berapa ijazah yang tidak terdaftar,” tukasnya.

Sementara Rektor IAIN Madura Saiful Hadi menjelaskan, ijazah alumni yang tidak terdaftar di Sivil karena ada perubahan regulasi, baik dari Kemenag maupun Kemendikbudristek RI.

Banner Iklan Media Jatim

“Dalam dua tahun terakhir, kami sudah memperbaiki sebagian keluhan alumni mahasiswa yang masih berstatus STAIN Pamekasan terkait tidak terdaftar di Sivil, dan menjadi atensi kami,” ungkapnya kepada mediajatim.com, Rabu (31/1/2024).

Bagi alumni yang mengalami kendala serupa, kata Saiful, agar membuat surat pernyataan bahwa benar-benar alumni STAIN Pamekasan atau IAIN Madura.

“Tidak ada tempat pelaporan di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) soal keluhan itu, maka harus dibantu pihak kampus dengan surat pernyataan,” sambungnya.

Baca Juga:  Buntut Dugaan Penggelapan Kompensasi Pileg, Eks Kader dan Banom DPC PPP Sampang Saling Lapor Polisi

Dia juga menyebut, alumni angkatan lama yang mendaftar CPNS atau PPPK pasti akan mengalami kendala sehingga perlu mendatangi kampus untuk memperbaikinya.

“Kami sifatnya menunggu laporan dari alumni mahasiswa, sebab tidak ada laporan khusus di Kemendikbudristek RI terkait persoalan itu, sehingga alumni harus proaktif,” jelasnya.

Terkait lamanya perbaikan, Saiful beralasan bahwa pengajuan perbaikan tidak langsung selesai, namun, masih ada tahapan-tahapan dan menghabiskan waktu cukup lama serta tidak bisa langsung selesai.

Sebab itu, kata Saiful, para alumni harus bersabar menunggu.

“Para alumni harus proaktif untuk mengecek data ijazah masing-masing, terutama angkatan lama, jika ada kesalahan segera ke kampus, akan kami bantu perbaiki, sebab memang beda institusi dengan Kemendikbudristek RI,” jelasnya.

Saiful Hadi juga mengaku sudah melakukan upaya-upaya untuk menyelesaikan persoalan tersebut semaksimal mungkin.

“Ya, kalau ada kesalahan data dan tidak sinkron ke Sivil, maka datang ke kampus,” pungkasnya.(rif/ky)