Penjabat Bupati Sampang Pastikan Tak Mengganti Pj Kades Mana pun

Media Jatim
Pj Bupati Sampang
(Ist) Pj Bupati Sampang Rudi Arifiyanto dalam acara ngopi bersama jurnalis, Rabu (7/2/2024).

Sampang, mediajatim.com — Beberapa hari belakangan, beredar kabar bahwa sejumlah Pj Kades di Kabupaten Sampang telah disiapkan untuk diganti.

IMG-20240220-WA0010
IMG-20240220-WA0008

Bahkan, informasi yang diterima mediajatim.com, sudah ada surat dan nama-nama yang diusulkan untuk menggantikan sejumlah Pj Kades yang didesak mundur.

Penggantian sejumlah Pj Kades dengan cara didesak mundur ini diduga karena intervensi Eks Wakil Bupati Sampang Abdullah Hidayat (AH) kepada Pj Bupati Rudi Arifiyanto (RA).

Intervensi itu menyusul setelah dugaan pemaksaan dengan senjata tajam (Sajam) kepada Pj Kades Ragung, Kecamatan Pangarengan Irham Nurdayanto untuk mundur dari kursi Pj Kades pada Jumat (2/2/2024).

Sementara sebelumnya, yakni dalam sebuah kesempatan pada Rabu (31/1/2024), saat bertemu kades-kades di wilayah Pantura Kabupaten Sampang, Eks Wabup Abdullah Hidayat mengatakan dengan tegas bahwa Pj Bupati punya kewenangan untuk mengganti Pj Kades.

“Saya sebagai mentor (mentor Pj Bupati Sampang, red), pada minggu pertama ini akan saya buktikan bahwa Pj bupati bisa mengganti Pj kades, sekarang hari Rabu (31/1/2024), sebelum hari Rabu depan sudah ada Pj desa yang tidak lurus perlu diganti,” papar AH saat itu.

Namun, apa yang disampaikan AH sempat teranulir. Beredar kabar bahwa Pj Bupati Sampang Rudi Arifiyanto telah menganulir usulan penggantian sejumlah Pj Kades yang didesak mundur karena kondisi tidak kondusif.

Saat diwawancarai, Rabu (7/2/2024), Rudi mengaku dan memastikan belum melakukan apa-apa dalam konteks Pj Kades Sampang.

Baca Juga:  Cerita DPRD Irwan Hayat Terkait Api Misterius di Sumenep: Terdengar Suara Tertawa dari Rumah Juhai!

“Saya belum menandatangi atau mindah-mindah posisi Pj Kades atau apa, dan saya belum ngapa-ngapain sudah ramai,” ungkapnya saat ngopi bersama jurnalis di kantor Pemkab Sampang, Rabu (7/2/2024).

Dia memastikan bahwa dalam melaksanakan kebijakan akan disesuaikan dengan pertimbangan yang positif dan negatif serta untuk kemaslahatan bersama.

“Teman-teman bisa dicek, komunikasi saya dengan semua politisi partai itu baik, sebab, saya datang ke sini untuk Sampang, bukan untuk siapa,” ujarnya.

Dia juga menegaskan, bahwa tidak ada keberpihakan dalam menjelankan roda pemerintahan di Kota Bahari.

“Sebagai ASN, saya akan bekerja sesuai aturan, dan tidak mungkin melabrak aturan,” pungkasnya.(rif/ky)