Akademisi Sebut Golden Tiket Pilkada 2024 Pamekasan tetap dari Pesantren

Media Jatim
Golden Tiket Pilkada 2024
(Dok. Media Jatim) Baddrut Tamam (kiri) dan KH. Kholilurrahman bersama dalam sebuah acara di Kabupaten Pamekasan.

Pamekasan, mediajatim.com — Golden tiket figur calon kepala daerah pada Pilkada Pamekasan 2024 diprediksi tetap dari kalangan tokoh Pesantren.

Nama-nama yang disebut masih mumpuni dan berasal dari pesantren yakni incumbent Baddrut Tamam dan mantan bupati periode 2008-2013 KH. Kholilurrahman.

Akademisi Bidang Pemerintahan Universitas Madura (UNIRA) Sukron Ma’mun mengatakan bahwa saat ini, basis pemilih di Madura khususnya Kota Gerbang Salam masih menginginkan figur yang berlatarbelakang pesantren.

“Di Pamekasan, background agama masih sangat dominan, kalau ada calon di luar background agama itu tanpa diimbangi kemampuan dan pengalaman birokrasi, maka posisinya lemah,” paparnya, Senin (18/3/2024).

Baca Juga:  Dor ! Pembunuh Rosidah Diringkus Polisi

Figur pada Pilkada 2024, imbuh Ma’mun, akan menjadi kokoh saat ia memiliki track record keagamaan, didukung pesantren dan memiliki kemampuan yang tidak sekadar bidang keagamaan.

“Misalnya, figur calon bupati ini juga punya kemampuan untuk melakukan perubahan melalui kebijakan, misalnya mampu dengan bukti konkrit mengatasi angka kemiskinan di Pamekasan,” imbuh Dosen Prodi Administrasi FIA UNIRA itu.

Catatan mediajatim.com, figur yang mulai muncul ke publik yakni KH. Kholilurrahman, Baddrut Tamam, Fattah Jasin, Mantan Kepala Kemenag Pamekasan Afandi dan Caleg 2024 peraih suara tertinggi dari Pantura Abd. Rasyid Fansori.

Baca Juga:  253 Buku Karya Guru Dipamerkan di Gebyar Literasi 2023 Pamekasan, Kadisdikbud: Menulis untuk Hidup Sepanjang Masa!

“Di antara nama itu, yang background keagamaannya kuat dan kemampuannya di bidang birokrasi juga mumpuni ya incumbent Baddrut Tamam dan mantan bupati KH. Kholilurrahman,” urainya.

Sementara Fattah Jasin, kata Ma’mun, berpengalaman di bidang pemerintahan. Namun, background keagamaannya tidak sekuat Baddrut dan Kiai Kholil.

“Kiai Kholil basisnya pengasuh pesantren. Mas Baddrut juga memiliki pesantren. Sekali lagi, faktor keagamaan masih cukup kuat di Kabupaten Pamekasan, tetapi tidak menjadi jaminan mutlak dapat terpilih, apabila faktor keagamaan tersebut tidak didukung dengan kapasitas mumpuni di bidang lain,” pungkasnya.(*/ky)