PERIODE II

Angka Stunting di Bangkalan Masih Tinggi, BKKBN Jatim Minta Kinerja TPPS Ditingkatkan

Media Jatim
Stunting
(Dok. Media Jatim) Kepala BKKBN Jatim Maria Ernawati saat memberikan komentar di Gedung Rato Ebu Bangkalan, Rabu (20/3/2024).

Bangkalan, mediajatim.com — Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Timur minta kinerja Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dan Tim Pendamping Keluarga Berisiko Stunting Bangkalan ditingkatkan.

Salinan dari Display Hari Bhayangkara'24_20240724_133806_0000
14_20240724_133640_0001

Pasalnya, hingga saat ini, angka stunting di kabupaten ujung barat Pulau Madura ini masih tinggi.

“Angka stunting di Bangkalan masih masuk kategori tinggi. Sebab, masih ada di angka 26,2 persen dari target 14 persen,” ungkap Kepala BKKBN Jatim Maria Ernawati, Rabu (20/3/2024).

Baca Juga:  BPBD Evakuasi Mayat yang Mengapung di Pesisir Pulau Mandangin Sampang

Persentase ini, kata Maria, dikalkulasi berdasarkan jumlah penduduk usia balita di Bangkalan. “Jadi masih tinggi angka stunting nya,” imbuhnya.

Atas kondisi ini, Maria meminta pihak TPPS untuk mendorong para calon orang tua, atau calong pengantin untuk ke Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) agar mendapatkan pemahaman yang utuh terkait prakonsepsi.

“Anak muda sekarang lebih mementingkan prewedding, daripada hal mendesak seperti prakonsepsi,” ulasnya.

Pihaknya juga berharap, para stakeholder di Bangkalan bisa bekerja sama dalam menekan angka stunting. “Ini evaluasi, semua stakeholder di Bangkalan dapat bersinergi menekan angka stunting ini,” terangnya.

Baca Juga:  Relawan Sebut Cak Fauzi Layak Teruskan Kepemimpinan M. Noer, Gubernur Jatim Berdarah Madura Penggagas Suramadu

Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Bangkalan Sudiyo mengaku telah melakukan langkah pencegahan untuk menekan angka stunting, salah satunya dengan imunisasi.

“Tahun lalu kami sudah melakukan imunisasi di 20 desa, sedangkan tahun ini ada di 13 titik,” singkatnya.(hel/faj)