News  

Diduga Tak Ada IPAL dan Amdal Lalin, RSIA Puri Bunda Pamekasan Kembali Didemo

Media Jatim
RSIA Puri Bunda
(Fitria M/Media Jatim) Aksi demonstrasi Dear Jatim terkait RSIA Puri Bunda ke Pemkab Pamekasan, Kamis (4/4/2024).

Pamekasan, mediajatim.com – Pemuda yang mengatasnamakan Dear Jatim kembali melakukan aksi demonstrasi terkait polemik berdirinya RSIA Puri Bunda Madura ke Kantor Pemkab Pamekasan, Kamis (4/4/2024).

Jika sebelumnya menyoroti status umum atau khusus RSIA tersebut, kini, Dear Jatim menyoroti Amdal Lalin, IPAL dan pengelolaan limbah B3 RSIA Puri Bunda.

Koordinator Dear Jatim A. Faisol mengatakan bahwa lokasi RSIA Puri Bunda Madura tidak strategis dan berpotensi melahirkan dampak buruk lingkungan di kemudian hari.

“Setiap pendirian gedung, fasilitas umum, maupun infrastruktur harus sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang diatur dalam Perda Nomor 2 Tahun 2023. Bagaimana terkait Amdal Lalinnya, baik rumah sakit skala besar, kecil atau menengah tidak boleh berdiri di tengah pemukiman penduduk,” papar Faisol.

Jika ditelusuri lebih dalam, sebut Faisol, di dalam RSIA Puri Bunda Madura tidak ada Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) dan pengelolaan limbah B3.

Baca Juga:  Menjawab Tanya (?) Mengapa Kita Harus Membaca Berita

“IPAL dan limbah B3 adalah lumbung dan sarang penyakit, jika hal ini tidak menjadi perhatian oleh pemangku jabatan di Pamekasan dan tidak ada ketegasan yang cukup baik, maka efeknya kepada kesehatan lingkungan sekitar RSIA Puri Bunda Madura yang berdiri di tengah pemukiman dan lembaga pendidikan,” tuturnya.

Menanggapi itu, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Pamekasan Farhatin Syaifillah mengatakan bahwa di awal perencanaan pihaknya sudah merekomendasi pengelolaan IPAL dan limbah B3 kepada RSIA Puri Bunda.

“Sebelum berdiri, kami sudah merekomendasikan IPAL yang harus ada yaitu dengan sistem bioreaktor aerob dan anaerob. Kami juga merekomendasi air limbah yang sudah diolah digunakan untuk siram-siram tanaman. Jadi dipastikan tidak ada air limbah yang keluar dari lingkungan rumah sakit,” jelasnya.

Baca Juga:  Bupati Pamekasan Santuni Anak Yatim, Duafa, dan Guru Ngaji

Lebih lanjut Farhatin menuturkan, setelah setahun beroperasi akan ditinjau kembali terkait IPAL yang dihasilkan sehingga keluar Sertifikat Layak Operasi.

“SLO memang belum bisa diterbitkan karena belum ada setahun berjalan, tapi kalau dinilai IPAL-nya tidak ada itu keliru,” katanya.

Sementara Humas RSIA Puri Bunda Madura Sari Purwati mengatakan aksi demo tidak ditujukan kepada RSIA Puri Bunda Madura.

“Kapasitas kami dari RSIA Puri Bunda Madura bukan menanggapi demo tapi memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat dan mengikuti aturan yang diberlakukan oleh Pemerintah Kabupaten Pamekasan,” tuturnya.

Meskipun begitu, Sari mengaku tetap menghargai aksi demonstrasi yang merupakan salah satu di antara sekian banyak cara dalam menyampaikan pendapat.(fit/ky)