PERIODE II

Mengenal Gus Adin Wisudawan Berprestasi UTM: Hafal Al-Qur’an 30 Juz dalam Jangka 130 Hari

Media Jatim
Gus Adin
(Dok. Humas UTM) Wisudawan Berprestasi UTM dari Program Studi Hukum Bisnis Syariah Fakultas Ilmu Keislaman Imaduddin Rajaby saat berfoto dengan ibunya Siti Masnunah pada Wisuda ke-XXXV UTM di Gedung R. P Moh Noer, Sabtu (27/4/2024).

Bangkalan, mediajatim.com — Sosok Imaduddin Rajaby berhasil lulus dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM) dengan predikat wisudawan berprestasi, Sabtu (27/4/2024).

Salinan dari Display Hari Bhayangkara'24_20240724_133806_0000
14_20240724_133640_0001

Mahasiswa Hukum Bisnis Syariah Fakultas Ilmu Keislaman UTM itu menjadi wisudawan berprestasi berkat kemampuannya menghafal Al-Qur’an sejak usia 13 tahun.

Hal yang mengejutkan lagi, mahasiswa ini  berhasil menghafal Al-Qur’an 30 juz dalam jangka 130 hari.

Pria yang akrab disapa Gus Adin itu berasal dari Desa Telang, Kecamatan Kamal, Bangkalan. Ia adalah anak ketiga dari empat bersaudara.

Putra Alm. Ach Achmad Faqih Bahar dan Siti Masnunah ini memulai proses pendidikannya di SDN Telang 1.

Setelah lulus, kemudian ia melanjutkan ke MTs Salafiyah Syafiiyah, lalu mondok di Ponpes Asshomadiyah, Kecamatan Burneh, Bangkalan sebelum akhirnya melanjutkan studi S1 ke UTM.

“Saya mulai menghafal Al-Qur’an sejak di pondok, saat usia 13 tahun. Alhamdulillah, dalam waktu empat bulan sepuluh hari hafalan saya tuntas 30 juz,” tutur Gus Adin kepada mediajatim.com, Senin (29/4/2024).

Baca Juga:  4 Orang Tewas dalam Perkelahian di Bangkalan, Diduga Cekcok Lahan Parkir dan Tambak!

Untuk menjaga hafalannya agar tidak luntur, Gus Adin mengaku tidak pernah berinteraksi dengan lawan jenis. “Selain itu, saya juga sering melakukan murajaah saat salat, untuk memperkuat hafalan,” imbuhnya.

Sebagai penghafal Al-Qur’an, Gus Adin punya segudang prestasi di ajang Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ). “Pertama kali ikut lomba, saya hanya juara harapan I,” tuturnya.

Pada saat itu, Gus Adin mengaku bahwa kemampuannya masih di bawah standar provinsi dan nasional. “Tentu saya tidak putus asa, saya malah semakin tekun belajar,” ulasnya.

Jerih payah belajar Gus Adin itu kemudian terbukti pada 2018 silam, saat dirinya berhasil meraih Juara I Lomba MHQ Nasional, Kedutaan Arab Saudi di Jakarta.

Sukses raih Juara I di Kedubes Arab, pada tahun berikutnya, hafiz asal kabupaten ujung barat Pulau Madura ini dikirim mengikuti MHQ Tingkat Internasional se-Asia Pasifik di Masjid Istiqlal Jakarta.

Baca Juga:  DPRD Sumenep Minta Diskan Perjelas Peran BBI untuk Pembudi Daya Lokal

Prestasi Gus Adin ini terus mengalir, berbagai ajang kompetisi ia taklukkan, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Saya juga pernah juara Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis Nasional (STQHN) di Maluku Utara, MHQ 30 juz Internasional di Baghdad Irak. Pada 2022 saya juga mewakili Indonesia pada MHQ Internasional King Abdul Aziz di Makkah,” paparnya.

Saat di Makkah, Gus Adim hanya duduk di peringkat kelima dari 114 negara. “Sebab, ternyata, pada saat itu, bacaan saya masih belum sesuai dengan standar majelis hakim,” ujarnya.

Dari segudang prestasi itulah, Gus Adim menjadi wisudawan berprestasi di UTM. “Saya tidak pernah menduga hal ini,” tukasnya.

Karena selama kuliah, tambah Gus Adin, dirinya merasa hanya fokus melatih dan meningkatkan kompetensi MHQ-nya.

“Tentu saja saya bangga, ini menjadi hadiah kecil untuk ibu dan ayah yang sudah wafat pada 2022 lalu. Berkat doa mereka saya bisa berhasil sampai di titik ini,” tutupnya.(hel/faj)