IMG-20240616-WA0023
IMG-20240616-WA0022
IMG-20240616-WA0001

Dokter Spesialis Anak RSUD Smart Pamekasan Beberkan Pertolongan Pertama bagi Bayi Alami Kejang

Media Jatim
Bayi
(Dok. health.detik.com) Ilustrasi bayi mengalami kejang.

Pamekasan, mediajatim.com — Kejang pada bayi atau anak bisa menjadi masalah serius apabila tidak ditangani dengan tepat dan cepat.

IMG-20240615-WA0011
IMG-20240616-WA0002
IMG-20240615-WA0010
IMG-20240616-WA0003
IMG-20240616-WA0005

Tidak jarang para orang tua menyepelekan gejala kejang pada bayi. Bahkan ada sebagian orang tua yang justru mengaitkannya dengan hal di luar medis, sehingga terlambat ditangani dan membahayakan nyawa sang buah hati.

IMG-20240616-WA0004
IMG-20240616-WA0007
IMG-20240616-WA0008
IMG-20240616-WA0006
IMG-20240616-WA0009

Menanggapi hal itu, Dokter Spesialis Anak RSUD Smart Pamekasan dr. Novel Widya Saputra mengatakan, ada dua penyebab kejang yang terjadi pada bayi dan anak.

IMG-20240616-WA0017
IMG-20240616-WA0014
IMG-20240616-WA0018
IMG-20240616-WA0031
IMG-20240616-WA0024

“Ada kejang yang disebabkan demam, namanya kejang demam. Ini karena ada kelainan atau gangguan di bagian tubuh bayi. Biasanya didahului dengan demam,” paparnya, Kamis (23/5/2024).

Baca Juga:  Meriahkan Puncak Harlah ke-63, 5.000 Kader PMII Jatim Serbu Kota Solo

Kata dr. Novel, bayi yang menderita demam hingga kejang seperti ini berusia enam bulan hingga enam tahun. “Biasanya karena tifus, demam berdarah awal, atau infeksi paru-paru,” imbuhnya.

Selain itu, lanjut dr. Novel, ada juga kejang yang disebabkan oleh kelainan atau gangguan otak pada bayi, seperti epilepsi.

IMG-20240615-WA0017
IMG-20240615-WA0016
IMG-20240616-WA0026
IMG-20240616-WA0013

“Kalau yang jenis ini biasanya tidak didahului dengan demam. Karena memang ada kelainan pada otak. Ada juga masalah radang otak, kalau ini kejang dan demam, jadi harus dibedakan,” imbuhnya.

Untuk menangani kejang pada bayi, terang dr. Novel, ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh orang tua sebagai pertolongan pertama.

Baca Juga:  Sungai Watch Pamekasan Minta Intel Polres Cabut Hasil Lidik yang Sebut Sungai Merah Fenomena Alam Tahunan

“Buka baju si anak atau bayi, jangan berada di tengah kerumunan orang, berikan ruang agar pernapasannya lancar, diamankan dan tempatkan si kecil di alas yang nyaman,” tuturnya.

Kemudian, tutur dr. Novel, miringkan badan si bayi. Tujuannya, agar jika ada sisa makanan atau apa pun di mulutnya bisa segera keluar. “Jangan memasukkan makanan atau barang apa pun ke mulutnya apalagi tangan kita, nanti bisa putus,” tambahnya.

Usai melakukan pertolongan pertama, dr. Novel menganjurkan untuk membawa bayi yang dalam keadaan kejang tersebut ke fasilitas kesehatan terdekat, supaya mendapatkan penanganan lebih lanjut dan dicari penyebabnya.

“Kejang pada anak atau bayi bisa diobati, asal segera segera ditangani. Jangan sampai kita kehilangan kesempatan menyelamatkan pasien karena dikaitkan dengan hal di luar medis,” tutupnya.(fit/faj)