PERIODE II

Ra Imam Klaim Dapat Dukungan PAN untuk Maju di Pilbup Bangkalan, Sekretaris DPD: Belum Ada SK Turun!

Media Jatim
Ra Imam
(Dok. Media Jatim) Pengasuh Pondok Pesantren Ibnu Cholil Imam Buchori saat ditemui awak media di Gedung Olahraga Sultan Abdul Kadirun Bangkalan, Senin (3/6/2024).

Bangkalan, mediajatim.com — Pengasuh Pondok Pesantren Ibnu Cholil Bangkalan Imam Buchori digadang-gadang bakal maju kembali menjadi calon bupati Bangkalan pada Pilkada 2024.

Nama Ra Imam—sapaan akrab Imam Buchori—memang kerap kali muncul dalam bursa calon bupati Bangkalan 2024.

Saat dikonfirmasi mediajatim.com, Ra Imam mengatakan bahwa peluangnya untuk maju di Pilkada 2024 terbuka lebar.

“Saya masih memiliki keinginan maju untuk memperbaiki Bangkalan yang selama 15 tahun ini sepertinya salah arah,” ungkapnya, Kamis (6/6/2024).

Bahkan Ra Imam mengaku sudah pernah diundang ke Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) untuk berbicara soal Pilkada Bangkalan 2024.

Ra Imam merasa yakin bahwa PAN akan mendukungnya untuk maju sebagai Bakal Calon Bupati (Bacabup) di Pilkada Bangkalan. “Sementara ini sudah ada PAN, kemudian Hanura dan PPP juga sudah saya temui, mereka kemungkinan akan bergabung,” paparnya.

Baca Juga:  Masa Jabatan Kades 8 Tahun, Dana Desa Bangkalan Naik Jadi Rp305 Miliar

Sementara itu, Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Bangkalan Sunarto Fahzi membenarkan bahwa Ra Imam memang pernah diundang ke DPW.

Namun saat di DPW PAN, lanjut Sunarto, Ra Imam belum mendapat SK penetapan untuk mendaftar ke KPU.

“Rekomendasi yang diterima Ra Imam masih berupa surat tugas. Rekomendasi yang berisi tugas dan SK penetapan bakal calon bupati itu beda,” ungkapnya, Kamis (6/6/2024).

Lebih lanjut Suharto menjelaskan bahwa surat rekomendasi yang diterima Ra Imam itu ditandatangani Panitia Penjaringan Bakal Calon Kepala Daerah. Berbeda dengan SK penetapan yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN.

Baca Juga:  Diduga Karena Buka Palang Proyek, Sopir Pikap di Bangkalan Dianiaya hingga Masuk Puskesmas

“Surat rekomendasi yang berisi tugas itu bisa diberikan kepada beberapa orang, baik yang mendaftar melalui DPD PAN atau langsung ke DPP. Tapi kalau SK hanya diberikan kepada satu pasangan calon,” terangnya.

Sejauh ini, lanjut Sunarto, bakal calon bupati atau wakil bupati yang mendaftar melalui DPD PAN masih ada dua orang, yaitu Mahfud dan Syafiuddin Asmoro. Keduanya sudah dilaporkan ke DPW dan berkas masuk ke DPP PAN.

“Urusan Pilkada masih panjang dan dinamis, kita tunggu dari DPP, siapa yang mendapat SK dan didaftarkan ke KPU,” tutupnya.(hel/faj)