IMG-20240616-WA0023
IMG-20240616-WA0022
IMG-20240616-WA0001

Studi Tiru ke Denpasar, Imigrasi Pamekasan Belajar Pengembangan Pelayanan Publik

Media Jatim
Imigrasi
(Dok. Media Jatim) Kepala Imigrasi Kelas II Non TPI Pamekasan Imam Bahri (paling kanan) saat menemui Kepala Imigrasi Kelas I TPI Denpasar Wisnu Widayat (tengah) pada 22 Mei 2024 lalu.

Pamekasan, mediajatim.com — Imigrasi Kelas II Non TPI Pamekasan melaksanakan Studi Tiru ke Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Denpasar pada 20  hingga 22 Mei 2024 lalu.

IMG-20240615-WA0011
IMG-20240616-WA0002
IMG-20240615-WA0010
IMG-20240616-WA0003
IMG-20240616-WA0005

Kegiatan tersebut dilakukan untuk membahas hal-hal yang bisa dijadikan rujukan untuk pengembangan pelayanan keimigrasian yang lebih baik ke depan.

IMG-20240616-WA0004
IMG-20240616-WA0007
IMG-20240616-WA0008
IMG-20240616-WA0006
IMG-20240616-WA0009

Kepala Sub Seksi Teknologi, Informasi dan Komunikasi Keimigrasian (Kasubsi Tikim) Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Pamekasan R. Chandra Nurcholis menjelaskan, banyak hal yang bisa menjadi bahan rujukan pelayanan saat ke Imigrasi Denpasar kemarin.

“Kami sengaja melaksanakan studi tiru ke Imigrasi Denpasar sebab memang di sana sudah Kelas I, sehingga tentu pelayanannya baik,” ungkapnya, Senin (10/6/2024).

Salah satu yang dibahas, kata Chandra, cara untuk mengantisipasi antrean panjang para pengunjung.

IMG-20240615-WA0017
IMG-20240615-WA0016
IMG-20240616-WA0026
IMG-20240616-WA0013

“Di sana ada 8 petugas yang melayani pengunjung, sehingga antrean panjang bisa teratasi dengan hal itu, dan masyarakat bisa lebih cepat dilayani,” ujarnya.

Baca Juga:  Hipertensi Bisa Picu Penyakit Kronis, Berikut Penjelasan Dokter Spesialis Jantung RSUD Smart Pamekasan 

Selain itu, lanjut Chandra, hal lain yang dibahas bersama di Imigrasi Denpasar tentang keberadaan monitor agar masyarakat bisa memantau proses berkas yang masuk.

“Jadi model pelayanannya nanti seperti bank, ada nomor antrean untuk beberapa unit petugas yang disediakan di beberapa meja,” imbuhnya.

Chandra juga menyebutkan bahwa kegiatan ini sebenarnya merupakan bentuk persiapan menuju penilaian Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), supaya hasilnya memuaskan.

“Hal ini juga merupakan upaya untuk memperkuat komitmen dalam membangun zona berintegritas dan meningkatkan kualitas pelayanan,” pungkasnya.(rif/faj/**) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *