web media jatim
Brosur UIJ Sosial Media-01
Daerah  

Tari Topeng Patengteng, Budaya Masyarakat Bangkalan untuk Menjaga Kelestarian Air

Media Jatim
Tari Topeng Patengteng
(Dok. Aniyah) Salah satu pegiat saat memerankan Cokro Panji Ratu menari pada pertunjukan Tari Topeng Patengteng di Desa Patengteng, Kecamatan Modang, Kabupaten Bangkalan, Selasa (30/11/2021).

Bangkalan — Tari Topeng Patengteng di Desa Patengteng, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan selalu menjadi pagelaran seni budaya tahunan yang dinantikan oleh masyarakat setempat.

Menurut salah satu pegiat Tari Topeng Patengteng Ayani Maharani, tarian yang menggunakan lima topeng itu dipercaya oleh penduduk lokal memiliki karakter sosok mistis yang perannya berbeda-beda. Dua topeng berwarna putih sebagai punokawan atau pengawal, sementara dua topeng berwarna kuning sebagai cokro panji raja dan ratu.

“Sedangkan satu topeng berwarna hijau menggambarkan roh lokal,” kata Ayani ke mediajatim.com, Jum’at (6/1/2023).

Tari Topeng Patengteng, lanjut Ayani, merupakan pertunjukan yang digelar untuk melaksanan tradisi mengawinkan sumber mata air, yang oleh penduduk setempat biasa dilakukan setiap tahun.

Baca Juga:  Kementerian PKP Panggil Said dan Fauzi Soal Dugaan Korupsi BSPS Sumenep Rp109 Miliar

“Mengawinkan sumber mata air ini bertujuan untuk berdo’a agar warga di Desa Patengteng dikarunia air yang berlimpah,” imbuhnya.

IMG-20250502-WA0029
IMG-20250502-WA0027
IMG-20250502-WA0028
IMG-20250502-WA0031
IMG-20250502-WA0030

Lebih lanjut Ayani menjelaskan, bahwa Tari Topeng Patengteng biasanya digelar di tiga tempat sekaligus yaitu, di rumah tokoh masyarakat, kemudian pindah ke sumur yang oleh warga dipercaya berjenisklamin jantan, dan berakhir di sumber mata air Sungai Langkap, yang oleh penduduk desa dianggap punya jenis klamin betina.

Baca Juga:  226 Karang Taruna di Sumenep Tercatat Aktif, DPMD Dorong Peningkatan Kapasitas SDM

“Usai do’a dilakukan, kemudian sumber mata air dikawinkan, yakni dengan mengambil air dari sumur jantan, kemudian disatukan dengan air dari sumber mata air betina,” tuturnya.

Ayani menambahkan bahwa, tarian-tarian dalam pertunjukan Tari Topeng Patengteng berisi pujian-pujian pada Sang Maha Kuasa. Masyarakat berdo’a agar sumber air di Desa Patengteng selalu berlimpah.

“Tradisi ini setiap tahun selalu dirayakan, tahun ini masih belum ditentukan kapan akan dilaksanakan, karena debit air masih berlimpah,” pungkasnya. (hel/faj)