Pj Bupati Sampang dan Eks Wabup Diduga Berkomplot Intimidasi Penjabat Kades

Media Jatim
Kades Ragung Sampang
(Ist) Kades Ragung, Kecamatan Pangarengan, Sampang Irham Nurdayanto (memegang berkas) manyatakan mencabut berkas pengunduran diri, Sabtu (3/2/2024).

Sampang, mediajatim.com — Pj Bupati Sampang dan Eks Wakil Bupati Abdullah Hidayat–sekaligus Ketua DPC PPP–diduga mengintimidasi Pj Kepala Desa (Kades) Ragung, Kecamatan Pangarengan, Irham Nurdayanto.

IMG-20240220-WA0010
IMG-20240220-WA0008

Berdasarkan sumber mediajatim.com, Nurdayanto diduga diintimidasi di rumah pribadi Abdullah Hidayat, Jumat (2/2/2024). Di rumah tersebut juga ada Pj Bupati Sampang Rudy Arifiyanto.

Intimidasi itu untuk mendesak agar Nurdayanto mundur sebagai Pj Kades Ragung. Bahkan beredar kabar Abdullah Hidayat sampai menghunus sebuah celurit.

Baca Juga:  Saat Madura Padam, Kita Baru Ingat Bulan

Pada saat itulah Nurdayanto merasa tertekan jiwanya dan terancam keselamatannya. Akhirnya dengan terpaksa Nurdayanto menandatangani surat pengunduran diri.

Nurdayanto pun berhasil keluar dari aksi intimidasi tersebut. Lalu keesokan harinya, atau pada Sabtu (3/2/2024), Nurdayanto menegaskan pengunduran diri itu dilakukan karena intimidasi atau terpaksa.

“Saya mencabut pengunduran diri saya. Membatalkan surat pengunduran diri itu. Karena proses pengunduran diri saya lantaran ada tekanan Pj Bupati Sampang dan intimidasi jiwa dari mantan Wabup Sampang,” paparnya, Sabtu (3/2/2024).

Pj Bupati Sampang Rudy Arifiyanto dan Abdullah Hidayat disebut telah berkomplot memaksa Nurdayanto untuk mundur dari kursi Pj Kades Ragung.

Baca Juga:  3 Hari Belajar di Lapangan dan Balai Desa, Ahli Waris SDN 1 Lerpak Bangkalan Izinkan Siswa Kembali ke Sekolah

“Atas intimidasi itu saya menandatangani surat pengunduran diri, dan hari ini saya cabut surat itu,” sambung Nurdayanto.

Dikonfirmasi terkait hal itu, Eks Wabup Sampang Abdullah Hidayat menyebut intimidasi itu tidak benar.

“Tidak benar itu, tidak benar,” terangnya kepada mediajatim.com, Minggu (4/2/2024).

Termasuk terkait aksi menghunus celurit, Ketua DPC PPP Sampang itu juga menyebut tidak benar. “Tidak benar soal berita itu,” tukasnya.(rif/ky)