web media jatim
IMG-20250318-WA0019

Di Penutupan Evost 2024, Rektor UNIJA Ajak Mahasiswa Tekan Penyakit Menular

Media Jatim
UNIJA
(Ikhwan Fajarisman/Media Jatim) Rektor UNIJA Madura Sjaifurrachman (di podium) sambutan pada Closing Ceremony Evost 2024 di halaman kampus setempat, Sabtu (7/12/2024) malam.

Sumenep, mediajatim.com — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Wiraraja (UNIJA) Madura menggelar Closing Ceremony Event of Health Science and Competition (Evost) 2024 di halaman kampus setempat, Sabtu (7/12/2024) malam.

Event yang digelar secara internasional dengan tajuk “Transforming Infentious Disease Management: Integrating Society 5.0 to Improve Sustainable” ini telah berlangsung sejak Juni 2024 lalu.

Kegiatan yang dikemas dengan beberapa kompetisi ini sengaja digelar salah satunya untuk mengedukasi publik terkait penyakit menular di Indonesia, khususnya Kabupaten Sumenep.

Rektor UNIJA Madura Sjaifurrachman mengatakan, Indonesia mempunyai tantangan yang besar dalam menekan penyebaran penyakit menular.

“Namun di era Society 5.0, teknologi yang mengintegrasikan antara dunia fisik dan dunia digital telah menciptakan sistem kesehatan yang efisien, inklusif, dan berkelanjutan,” ucapnya, Sabtu (7/12/2024) malam.

Baca Juga:  Habib Alwi di Seminar Internasional UIM: Umat Islam Tergerus Imannya karena Pemikiran Liberal

Karena itulah, ujar Sjaifur, mahasiswa FIK harus mampu memanfaatkan teknologi di era Society 5.0 ini, seperti big data, kecerdasan buatan dan internet of things.

Teknologi tersebut, lanjut Sjaifur, dapat memantau dan melaporkan gejala penyakit secara real time. Sehingga tindakan pencegahan dapat dilakukan lebih cepat.

“Selain itu, kita bisa mengedukasi masyarakat tentang pentingnya vaksinasi, perilaku hidup bersih dan sehat, serta pemahaman tentang cara penularan penyakit,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, Sjaifur berharap, UNIJA Madura berkontribusi dalam menekan dan mencegah penyakit menular di Indonesia, khususnya Kabupaten Sumenep.

“Kami juga berharap dapat berkontribusi positif sebagai informan bagi kalangan akademisi maupun masyarakat umum tentang upaya pencegahan penyakit menular,” ujarnya.

Dekan FIK UNIJA Madura Syaifurrahman Hidayat mengatakan, Evost 2024 ini berskala nasional dan internasional.

Baca Juga:  Wapres Ma'ruf Amin Ungkap Hal Mencengangkan saat Datang ke Madura: 115 Pulau Akan Tenggelam!

“Salah seorang juri di Evost 2024 ini dari Universitas Nasional Timor Leste dan UNIJA Madura,” ucapnya, Sabtu (7/12/2024) malam.

Kata Dayat, pagelaran Evost yang akan datang akan melebarkan sayap ke negeri jiran Malaysia.

“Kami akan bekerja sama dengan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia untuk mengembangkan program yang akan kami rencanakan,”  jelasnya.

Hadir dalam acara penutup ini, baik secara online maupun offline, Pimpinan UNIJA Madura dan perwakilan finalis Evost 2024, yakni dari Universitas Airlangga, STIKES Rajekwesi Bojonegoro, STIKES Wirahusada Yogyakarta, Universitas dr. Soebandi Jember dan Poltekes Kemenkes Yogyakarta.

Selain itu, turut hadir pula perwakilan Universitas Nasional Jakarta, Universitas Udayana Bali, Universitas Sebelas Maret Surakarta, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Institut Kesehatan Yarsi Mataram NTB dan Universitas Nasional Timor Leste.(man/faj)