Pamekasan, mediajatim.com — Pj Bupati Pamekasan Masrukin menghadiri Workshop Literasi Media di Mandhapa Aghung Ronggosukowati, Jalan Pamong, Rabu (12/2/2025).
Workshop ini sengaja digelar oleh Diskominfo, Dewan Pers dan wartawan Pamekasan untuk memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2025 yang jatuh pada 9 Februari lalu.
Dalam kegiatan bertajuk “Mewujudkan Kemitraan dan Menjalin Hubungan Kerja Sama yang Berkualitas, Proporsional dan Profesional dengan Media” ini, Masrukin memberikan sambutan.
Orang nomor satu di Pamekasan itu mengatakan bahwa Pemkab selalu terbuka terhadap saran dan kritik insan jurnalis.
“Kami memang menginginkan informasi yang positif, namun kami tetap terbuka terhadap kritik dan saran yang tentunya bermuara terhadap kebaikan daerah,” ungkapnya, Rabu (12/2/2025).
Selama ini, kata Masrukin, berita terkait Pemkab memang lebih banyak kritiknya. “Mungkin persentase pujiannya hanya 10 persen, selebihnya adalah kritikan yang juga bermacam-macam tujuannya,” ujarnya.
Pihaknya berharap, kehadiran Dewan Pers di Pamekasan saat ini bisa memberikan edukasi positif bagi seluruh instansi pemerintahan untuk mengantisipasi berita-berita yang bias dan tidak valid faktanya.
“Kehadiran jajaran Dewan Pers juga menunjukkan bahwa Pamekasan penuh dengan dinamika. Literasinya yang sudah berkembang cepat ini perlu adanya sinergisitas yang tidak putus-putus antarberbagai pihak,” bebernya.
Ketua Komisi Hubungan Antarlembaga dan Luar Negeri Dewan Pers Totok Suryanto menjelaskan bahwa salah satu fungsi pers memang untuk menjembatani kepentingan masyarakat dan pemerintah.
“Kami meminta pemerintah untuk selalu berkoordinasi dengan jurnalis terkait hal yang perlu diketahui oleh masyarakat, agar tidak salah menangkap pesan,” ungkapnya saat mengisi materi, Rabu (12/2/2025).
Pihaknya juga meminta agar para jurnalis tidak menulis berita yang tendensius kepada salah satu pihak, apalagi sampai membuat fakta-fakta yang keliru hingga merugikan pihak lain.
“Jika wartawan melakukan pekerjaan sesuai fungsinya, maka semua orang akan berharap kehadirannya, namun sebaliknya, jika tidak, akan membuat orang terganggu,” ucapnya.
Lebih lanjut Totok meminta agar para jurnalis dan pemerintah di Pamekasan bisa menjalin komunikasi yang baik, supaya tidak terjadi kesalahpahaman.
Hadir juga dalam Workshop Literasi Media ini, Wakil Ketua Dewan Pers sekaligus Ketua Komisi Informasi dan Komunikasi Muhamad Agung Dharmajaya.
Diketahui, kegiatan ini juga turut dihadiri perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Perwakilan Perbankan di Pamekasan, Camat, Kepala Desa atau Lurah se-Pamekasan.(rif/faj)