oleh

Semarak, Pesantren KHA. Wahid Hasyim Pelopori Kirab HSN

MediaJatim.com, Pasuruan-Sebanyak 1.300 santri dari Madin, PGTK, SDI, MTs, MA, SMK, asatidz/ah, staf, karyawan, dan semua warga Pesantren KHA Wahid Hasyim Bangil, menggelar Kirab Hari Santri Nasional (HSN) dari alun-alun Bangil, Minggu (15/10). Itu menuju area Pesantren KHA Wahid Hasyim Bangil untuk memperingati Hari Santri yang jatuh pada 22 Oktober 2017 mendatang. Pemberangkatan pawai ditandai pelepasan 300 balon oleh Waka Polsek Bangil.

Kirab merupakan ajang untuk menunjukkan kreativitas para santri. Hal itu diungkapkan pengasuh Pesantren KHA. Wahid Hasyim Bangil, Gus Ahmad Wildan, saat membuka acara kirab Hari Santri Nasional. Selain itu, tambahnya, kirab juga bisa menjadi wadah untuk syiar agama serta memperkenalkan pesantren kepada masyarakat.

Kirab dilaksanakan pada pukul 08.00 WIB. Sejak pagi ribuan santri Pesantren KHA Wahid Hasyim Bangil mulai berdatangan ke alun alun Kota Bangil. Mereka ambil bagian dalam Kirab Hari Santri Nasional tersebut. Sebanyak 1.300 Santri peserta kirab dengan berbagai busana dan peran memadati jalanan dari alun-alun Kota Bangil menuju Pesantren KHA. Wahid Hasyim, Bangil.

Baca Juga:  IAIN Madura dan MTsN 3 Pamekasan Bersinergi Kembangkan Literasi Arab

Selain itu, grup Marching Band yang dimiliki sendiri oleh pesantren juga turut memeriahkan acara tersebut. Yakni, dengan melantunkan hanya musik Syubbanul Wathon, Banser, dan Pasuruan Gumuyu. Nama mayoret di group Drum Band tersebut mengaku senang bisa tampil dalam acara tersebut.

”Ini beberapa kalinya kami tampil di sini. Tahun lalu kami juga tampil di sini, tapi jarak tempuhnya tidak sejauh sekarang. Capek sih tapi seneng, hehe,” ujar santriwati itu.

Gemuruh suara Marching Band memecah kesunyian jalanan sejauh 1,5 kilometer. Sebanyak 6 mobil hias, 50 becak hias, dan 10 grandong juga ikut memeriahkan acara tersebut sambil sesekali melantunkan penggalan ayat al-Quran di beberapa titik keramaian.

Warga sekitar sangat antusias dengan adanya acara kirab Hari Santri, beberapa ruas jalan dipenuhi warga yang ingin menyaksikan kemeriahan acara tersebut.  Menurut pengasuh Pesantren KHA. Wahid Hasyim Bangil, Gus Ahmad Wildan, di daerah tersebut tidak pernah diadakan kegiatan kirab dari pondok pesantren.

Baca Juga:  Cara Unik Siswa Khairul Falah Asah Konsentrasi

“Pesantren KHA. Wahid Hasyim Bangil Pasuruan adalah satu-satunya pesantren yang sering mengadakan kegiatan. Sebelumnya mengadakan menulis kaligrafi dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Pasuruan. Sekarang kirab santri dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional,” ujar Gus Ahmad Wildan.

Ketua Yayasan KHA. Wahid Hasyim Bangil mengatakan, melalui acara tersebut, diharapkan para santri di Bangil pada khususnya dan di Kabupaten Pasuruan pada umumnya dapat meneruskan perjuangan para santri terdahulu dalam perjuangan Kemerdekaan RI.

Beliau juga berharap agar acara semacam ini bisa terus dipertahankan agar eksistensi keberadaan pesantren tetap hidup di masyarakat. Usai menggelar kirab hari santri, dilakukan pemberian hadiah peserta yang menggunakan kostum terbaik.

Reporter: Mochammad Adi

Redaktur: Sule Sulaiman