IMG-20240616-WA0023
IMG-20240616-WA0022
IMG-20240616-WA0001

Kritikan Pedas Presiden Madura United terhadap PSSI

Media Jatim

MediaJatim.com – PSSI harus memiliki “Pedoman Sanksi Sepakbola”, sehingga hukuman bukan berdasarkan perasaan dan kira-kira. Mendidik bukan membunuh, adil tanpa dendam.

IMG-20240615-WA0011
IMG-20240616-WA0002
IMG-20240615-WA0010
IMG-20240616-WA0003
IMG-20240616-WA0005

Demikian ditegaskan Presiden Madura United FC, Achsanul Qosasi (AQ), sambil menjelaskan agar semua pihak jangan dipaksa memiliki pemikiran jelek terhadap keputusan Komdis PSSI yang menghukum Madura United 4 laga usiran tanpa penonton dan denda Rp125 juta.

IMG-20240616-WA0004
IMG-20240616-WA0007
IMG-20240616-WA0008
IMG-20240616-WA0006
IMG-20240616-WA0009

Lebih lanjut AQ menekankan, uang dari klub terhukum yang bernilai miliaran rupiah harus digunakan untuk “capacity building” pemain, suporter, dan wasit. PSSI dan LIB tidak boleh menggunakan dana itu untuk operasional, apalagi untuk gaji. Karena dana sanksi bukan pos penerimaan (target revenue).

“Musim depan kita saama-sama berbenah, semua pihak termasuk PSSI. Karena kelemahan dan kekurangan kita sudah sangat transparan, publik sudah mengetahuinya. Jangan lagi berpura-pura baik dan hebat. Membunuh atas nama disiplin. Salam sepakbola,” tukas AQ.

IMG-20240615-WA0017
IMG-20240615-WA0016
IMG-20240616-WA0026
IMG-20240616-WA0013

Sanksi yang diberikan PSSI terhadap Madura United atas kejadian pada pertandingan melawan Borneo FC pekan 29 Liga 1 Gojek Traveloka, terdapat sebanyak lima item sanksi. Salah satu sanksi yang paling berat adalah 4 pertandingan laga usiran tanpa penonton.

Baca Juga:  Dua Pemain Dipanggil Timnas, Madura United Beri Izin Bersyarat

Sanksi laga usiran tanpa penonton juga pernah didapatkan oleh Borneo FC atas kejadian terhadap intervensi wasit yang memimpin pertandingan. Namun, hukuman yang diberikan atas Borneo tetap dengan hadirnya penonton.

“Sudah pertandingan usiran juga masih tanpa tanpa penonton. Sanksi itu menjadikan klub harus memilih upaya banding,” ucap  Haruna Sumitro selaku Manajer Madura United.

Alasan pengajuan banding tersebut, lebih  karena kejadian pada pertandingan melawan Borneo Fc tidak sampai merusak jalannya pertandingan, lebih-lebih kejadian tersebut juga bukan kerusahan antar supporter dan menyebabkan ada korban jiwa.

Reporter: Hendra WCP

Redaktur: Sule Sulaiman