Kritikan Pedas Presiden Madura United terhadap PSSI

MediaJatim.com – PSSI harus memiliki “Pedoman Sanksi Sepakbola”, sehingga hukuman bukan berdasarkan perasaan dan kira-kira. Mendidik bukan membunuh, adil tanpa dendam.

Demikian ditegaskan Presiden Madura United FC, Achsanul Qosasi (AQ), sambil menjelaskan agar semua pihak jangan dipaksa memiliki pemikiran jelek terhadap keputusan Komdis PSSI yang menghukum Madura United 4 laga usiran tanpa penonton dan denda Rp125 juta.

DLH Pamekasan

Lebih lanjut AQ menekankan, uang dari klub terhukum yang bernilai miliaran rupiah harus digunakan untuk “capacity building” pemain, suporter, dan wasit. PSSI dan LIB tidak boleh menggunakan dana itu untuk operasional, apalagi untuk gaji. Karena dana sanksi bukan pos penerimaan (target revenue).

Baca Juga:  Kepala Desa Wonokoyo Tepis Keras Pernyataan Ketua LSM Perjuangan Rakyat

“Musim depan kita saama-sama berbenah, semua pihak termasuk PSSI. Karena kelemahan dan kekurangan kita sudah sangat transparan, publik sudah mengetahuinya. Jangan lagi berpura-pura baik dan hebat. Membunuh atas nama disiplin. Salam sepakbola,” tukas AQ.

Sanksi yang diberikan PSSI terhadap Madura United atas kejadian pada pertandingan melawan Borneo FC pekan 29 Liga 1 Gojek Traveloka, terdapat sebanyak lima item sanksi. Salah satu sanksi yang paling berat adalah 4 pertandingan laga usiran tanpa penonton.

Sanksi laga usiran tanpa penonton juga pernah didapatkan oleh Borneo FC atas kejadian terhadap intervensi wasit yang memimpin pertandingan. Namun, hukuman yang diberikan atas Borneo tetap dengan hadirnya penonton.

Baca Juga:  Naiki Wings Air, Rombongan Presiden Madura United Landing Selamat

“Sudah pertandingan usiran juga masih tanpa tanpa penonton. Sanksi itu menjadikan klub harus memilih upaya banding,” ucap  Haruna Sumitro selaku Manajer Madura United.

Alasan pengajuan banding tersebut, lebih  karena kejadian pada pertandingan melawan Borneo Fc tidak sampai merusak jalannya pertandingan, lebih-lebih kejadian tersebut juga bukan kerusahan antar supporter dan menyebabkan ada korban jiwa.

Reporter: Hendra WCP

Redaktur: Sule Sulaiman