Saber Pungli Sumenep ‘Mandul’, Camat dan AKD Dikumpulkan

  • Bagikan

MediaJatim.com, Sumenep – Hingga kini, Tim Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kabupaten Sumenep masih nihil temuan, baik tindak pidana korupsi atau penyelewangan lainnya.

Hal ini disampaikan oleh Tim Bidang Hukum (Bidkum) Polda Jawa Timur, saat melakukan sosialisasi hukum pencegahan tindak pidana korupsi di Pendopo Kraton setempat, Selasa (27/2).

“Sumenep ini laporannya sangat minim. Mungkin masih belum ada,” tutur AKBP Adang Oktori, Analis Bidang Hukum Polda Jawa Timur.

Dari hasil koordinasi Polda Jawa Timur dengan tim Saber Pungli Sumenep, hingga saat ini diakui belum ada temuan penyelewengan atau pungutan liar. Meskipun tim Saber setempat telah melakukan penyelidikan dengan metode undercover (penyamaran), untuk mengungkap kemungkinan adanya kecurangan.

Baca Juga:  Trump Major resorts Broke up with By means http://tropicashipwrecks.com/packages/ of Profligacy Going Enterprise System Virtuoso

“Temen saya sudah saya cek, katanya belum ada pak. Belum ada temuan, gitu,” ujarnya.

Sementara itu, sejauh ini Polda Jawa Timur telah menerima laporan sekitar dua ratus kasus korupsi dan penyelewengan lainnya, yang dilakukan oleh tim Saber Pungli se Jawa Timur. Namun demikian, laporan dari Saber Pungli Kabupaten Sumenep masih minim.

Ditambahkannya, terkait penyelewengan dana desa, Polda Jawa Timur telah memproses sekitar 19 kasus kepala desa di Jawa Timur.

“Ada sekitar 19 kasus yang sudah ditangani,” imbuh Adang Oktori pada awak media.

Baca Juga:  Marak Pungli, LSM Siti Jenar Minta Kades Edukasi Perangkat Desa

Sosialisasi yang diikuti oleh sejumlah Camat, Aliansi Kepala Desa (AKD), kepala Dinas dan Forpimda Kabupaten Sumenep ini, diharapkan bisa menjadi warning dan pencegahan terhadap adanya praktik penyelewengan dalam bentuk apapun.

“Ya ini sosialisasi pencegahan sekaligus warning,” lanjutnya.

Ditambahnya, meski Saber Pungli di Kabupaten Sumenep masih minim laporan, sosialisasi dan warning tetap harus dilakukan. Tujuannya agar semua pemangku kebijakan bisa meningkatkan kewaspadaan dan lebih berhati-hati.

Reporter: Nur Khalis

Redaktur: Sule Sulaiman

  • Bagikan
WhatsApp chat