Segenap pimpinan dan karyawan_20240408_235739_0000

‘Pocong’ Tagih Janji Politik Bupati Sumenep

Media Jatim

MediaJatim.com, Sumenep – Sejumlah mahasiswa yang menggunakan kostum pocong, melakukan aksi demo di depan kantor pemerintah Kabupaten Sumenep, Kamis (5/4). Mereka menagih realisasi sembilan janji politik Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten terpilih yang dinilai gagal.

8_20240408_234212_0006
21_20240408_234212_0019
5_20240408_234212_0003
2_20240408_234211_0000
3_20240408_234211_0001
10_20240408_234212_0008
Diskon_20240411_102039_0000

Setelah dua tahun menjabat, program Busyro-Fauzi dianggap layak mendapat raport merah.  Sebab belum ada bukti program yang menonjol dan bahkan ada yang tidak terealisasi.

6_20240408_234212_0004
14_20240408_234212_0012
7_20240408_234212_0005
Diskon_20240408_235150_0000
24_20240408_234212_0022
13_20240408_234212_0011

“Padahal programnya sudah tercantum di RPJMD 2016 – 2021. Ini wajib dilaksanakan,” tutur Edy Mufti, selaku korlap aksi.

Gagasan mencetak lima ribu wirausahawan muda, tambah Edy, hingga kini masih belum terbukti maksimal.

Akibat perubahan nomenklatur di beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Sumenep, membuat sebagian bantuan belum dapat dicairkan bagi peserta maupun kelompok masyarakat binaan OPD.

“Memasuki tahun ketiga, program ini belum ada wujud nyata,” lanjutnya.

Ditambah lagi janji optimalisasi dan revitalisasi pasar. Menurut Edy, hingga kini belum ada bukti apapun. Temuan mahasiswa, sejumlah pasar tradisional seperti pasar Lenteng dan pasar Anom Baru Sumenep masih kumuh.

9_20240408_234212_0007
20_20240408_234212_0018
15_20240408_234212_0013
17_20240409_074953_0000
16_20240408_234212_0014
Diskon_20240409_180711_0000

“2017 anggarannya 13,5 miliar. Kemana dana besar ini?,” tanya Edy.

Edy merinci, dana optimalisasi dan revitalisasi ini berasal dari dana DAK sebesar 6 miliar dan APBD Kabupaten senilai 7,5 miliar. Alokasi dana ini jauh lebih besar dari tahun sebelumnya yang hanya 4,6 miliar saja.

Baca Juga:  Sikapi Covid-19, Mahasiswi INSTIKA Galakkan Penghijauan

Peningkatan kualitas pendidikan, peningkatan dan percepatan pembangunan infrastruktur di kepulauan serta pelayanan optimalisasi pelayanan rumah sakit, juga mendapat catatan merah dari mahasiswa.

Termasuk juga peningkatan profesionalitas dan inovasi birokrasi, juga peningkatan pemberdayaan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PKMS), juga tidak luput dari raport merah. Sebab semuanya merupakan janji politik Busyro-Fauzi.

Selama aksi berlangsung, mahasiswa mendapat pengawalan dari pihak kepolisian. Hingga aksi demo berakhir, tidak ada satupun perwakilan Pemkab Sumenep untuk menemui mahasiswa.

Mahasiswa pun meninggalkan kantor Pemkab Sumenep dengan berjalan mundur.

Reporter: Nur Khalis

Redaktur: Sule Sulaiman

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sampang_20240410_124753_0000
4_20240408_232459_0003
6_20240408_232459_0005
1_20240408_232458_0000
Dinas lingkungan hidup kabupaten sumenep_20240408_232720_0000
7_20240408_232459_0006
3_20240408_232459_0002
8_20240408_232459_0007
2_20240408_232459_0001