Disambut Aksi Kartu Merah, Ini Tanggapan Bupati Sumenep

  • Bagikan

MediaJatim.com, Sumenep – Mahasiswa yang tergabung dalam Komunitas Pemuda Anti Korupsi (Kompak) melakukan aksi demonstrasi menuntut kepemimpinan buruk Bupati Sumenep, Kiai Busro Karim.

Menariknya aksi tersebut dilakukan sebagai sambutan hangat saat berlangsungnya safari bupati di lapangan Kemisan, Kecamatan Guluk-guluk Sumenep, Jumat (14/12) pagi.

Start aksi yang dimulai dari jalan Simpang Tiga Ponpes Annuqayah, Guluk-guluk Sumenep dengan massa aksi berjumlah ratusan orang. Mereka menuju lokasi dengan mengendarai sepeda motor sembari membentangkan poster dengan tulisan tuntutan atas buruknya kepemimpinan Bupati Sumenep.

Kurang lebih satu jam lebih massa aksi berorasi di Jalan Raya menuju Lapangan Kemisan. Tidak lama kemudian Bupati Sumenep datang dan langsung keluar dari mobilnya dan menemui ketua umum kompak, Imam Hanafi.

Baca Juga:  Tak Perlu ke Bali, Cerita Ogoh-Ogoh Dapat Dinikmati di Lumajang

Imam menyampaikan tiga tuntutan massa aksi berkenaan dengan kepemimpinan buruk Bupati Busro. Sejak dilantik kembali sebagai bupati untuk kedua kalinya, Busro dinilai tidak mewujudkan visi misi yang telah dikampanyekan.

“Bupati Sumenep harus segera menepati janjinya sesuai dengan jargonnya, ‘Membangun Desa dan Menata Kota’,” tegas Imam.

Kedua, mereka menuntut supaya pembangunan di pedesaan menjadi prioritas utama demi peningkatan ekonomi masyarakat desa.

“Selama ini masih belum ada desa percontohan sesuai jargon tersebut. Ketiga, meminta supaya tata kelola ruang di perkotaan dipandang ulang agar tercipta kota asri, sejuk dan banjir tidak lagi menjadi langganan,” ujarnya.

Baca Juga:  Berkurban Karena Bersyukur

Mendengar tiga aspirasi tersebut Busro Karim tidak memberikan tanggapan panjang lebar. Dia hanya mengatakan siap-siap dan langsung pergi meninggalkan massa aksi yang berkerumunan.

“Siap-siap,” ujar Bupati Sumenep, Kiai Busro Karim sembari mengajungkan jempol.

Reporter: Zainal Arifin

Redaktur: Sulaiman

  • Bagikan
WhatsApp chat