Jauh dari Pesisir, Warga Palalang Diedukasi Membuat Abon Pepaya

  • Bagikan

MediaJatim.com, Pamekasan – Inovasi baru terus bermunculan. Kali ini hadir dari Desa Palalang, Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan berupa pembuatan Abon yang tidak menggunakan bahan seperti biasanya. Pembuatan Abon yang digagas oleh Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) IAIN Madura Posko 81 ini berbahan dasar Pepaya.

Gagasan ini berawal dari minimnya kesadaran masyarakat akan potensi buah pepaya yang beraneka ragam, serta letak geografis jauh dari pantai yang membuat warga kesulitan mendapatkan hasil tangkapan di laut untuk dijadikan lauk pauk sehari-hari.

“Minimnya warga terhadap potensi buah Pepaya itulah yang mendasari ide Abon Pepaya ini. Dan letak geografis yang jauh dari pantai, sehingga mendapatkan lauk pauk berupa ikan itu sulit, kalau pun ada harganya sangat mahal,” jelas kordinator desa KPM IAIN Madura Posko 81, Muhtar saat menyampaikan selayang pandang inovasi Abon Pepaya di acara sosialisasi pembuatan produk bersama warga Desa Palalang, Selasa (30/7/2019).

Baca Juga:  Sale Pisang Cak; Inovasi Baru KPM IAIN Madura Meningkatkan Ekonomi Kerakyatan

Abon Pepaya ini diharapkan bukan hanya bisa dikonsumsi sendiri. Namun mampu merambah ke dunia pasar, memberikan peluang usaha baru sehingga tercipta lapangan kerja yang baru dan berkurangnya angka pengangguran.

“Harapan penuh kami, produk ini tidak hanya berhenti sampai di sini, tapi lebih dikembangkan termasuk dalam hal pemasaran. Karena kami yakin ini bisa mengangkat ekonomi warga dan mengurangi penggangguran, kalau diseriusi dengan baik,” tambahnya mahasiswa asal Sampang Madura itu.

Apalagi olahan tersebut memiliki rasa sangat pas dilidah dan layak untuk menembus dunia pasar seperti yang diungkapkan salah satu warga yang mengikuti sosialisasi pembuatan.

Baca Juga:  Labrak Regulasi, Persib Bisa Terpental dari Liga 1

“Rasanya enak banget, gurih. Baru kali ini merasakan kelezatan dari hasil olahan pepaya secara langsung. Ini akan saya coba membuat di rumah nanti. Siapa tahu bisa membuat dalam jumlah yang banyak dan laku di pasaran,” ungkap salah satu warga Palalang, Hesti.

Reporter: Zul

Redaktur: Sulaiman

  • Bagikan
WhatsApp chat