Sufism: CMF Keren, Lima Tahun Menabung dan Banyak Manfaat

  • Bagikan

MediaJatim.com, Gresik – Cangaan Metal Fest (CMF), merupakan event metal pertama yang berhasil digemahkan pemuda Desa Cangaan dengan usaha swadaya anggota, yang ditabung dalam kurun waktu lima tahun. Alhasil dengan usaha tersebut, mendapat kado berupa apresiasi dari Sufism.

Acara yang digelar di Gedung Olahraga (GOR) Bin Thalib, Desa Pangkah Kulon pada Hari Minggu (15/9) itu, berhasil meludeskan tiket yang sudah disediakan paitia. Hal itu tidak terlepas dari memukaunya bintang tamu yang hadir, diantaranya adalah, Sufism (Bandung), Hrs Projec (Mbangsal Gresik), Nglorok (Cangaan Gresik), Kromo Inggil (Gresik), Nalar (Ndagan lamongan), Organ Dalam (Tuban), Blood Vomit (Lamongan), Venduzor (Surabaya), Unscarred (Surabaya), Amorfati (Mojokerto), Daging (Surabaya), dan Wonglawas (Tuban).

Awal mulanya pada tahun 2014 para peminat metal di Desa Cangaan ingin menunjukan bahwa mereka punya keinginan untuk hidup, dengan menunjukan kecintaannya terhadap metal, dan akhirnya membulatkan kesepakatan untuk menabung. Dengan harapan bisa membuat event dikemudian hari.

Namun dalam perjalanannya keinginan itu terasa maju mundur, tetapi tidak terhadap para teman-teman pecinta metal Desa Cangaan yang bekerja di Malaysia, mereka tidak pernah merasakan kegagalan atau pudar semangat.

“Waktu temen-temen sudah sepakat akan mengadakan event, kita yang di Malaysia cukup antusias, dan menyempatkan untuk bertemu ketika ada hari libur bersama di sana, meskipun jaraknya jauh. Tapi tidak tahu ya, kita pengen ngobrol dan sedikit menyisihkan uang kita untuk dikumpulkan, supaya event kita bisa dinikmati oleh banyak orang,” ungkap Azif yang akrab dipanggil Inyong itu.

Baca Juga:  Ungkap Sindikat Jaringan Narkoba, BAANAR Apresiasi Kinerja Polda Jatim

Tidak hanya Inyong saja yang menyempatkan pulang ke kampung halaman, namun banyak juga yang terpanggil untuk pulang setelah sekian lama ditunggu, salah satunya adalah Faris atau Kasroh yang hampir tidak bisa pulang akibat beberapa hal terkait dokumen.

“Saya hampir tidak bisa pulang, namun tuhan berkehendak lain. Sehari sebelum acara, saya bisa berkumpul bersama temen-temen,” ucap Faris ketika selesai acara.

Pemuda yang juga ikut menggagas berdirinya Metalhead Brotherhood Cangaan (MBC) di Malaysia itu, merasa sangat berat menerima keadaan, dikarenakan banyaknya teman-teman yang sudah menabung selama lima tahun demi acara ini, namun tidak bisa pulang. Diapun menyampaikan banyak terima kasih kepada siapa saja yang mendukung acara ini.

“Saya ucapkan terima kasih kepada semua yang mendukung acara ini, semoga acara ini menjadi alat, untuk menguatkan kekeluargaan kita semua,” tutupnya.

Selain ajang silaturahim kekeluargaan yang dikemas dalam panggung metal, acara tersebut juga tetap menjaga nilai-nilai yang mendasar di lingkungan Ujungpangkah, yang tentunya menjadi contoh positif di event-event mendatang.

“Kita satu kesukaan, yaitu metal. Kalau tidak ada usaha dan do’a banyak orang, bisa saja acara kita ini tidak akan ada. Maka kami yang ada di CMF ini sepakat, untuk tetap menjaga aturan, contoh kecil saja, temen-temen kemarin mengharuskan ada jedah atau istirahat ketika waktu sholat. Dan yang saya juga tidak terpikirkan, temen-temen kemarin diwaktu rapat sepakat, hasil dari uang parkir diamalkan ke masjid yang ada di sebelah GOR, serta ke Masjid Nurul Huda dan At Taqwa yang ada di Desa Cangaan,” ungkap Uluf, yang menjadi ketua panitia di acara CMF.

Baca Juga:  "Atana' ka Tomang" di Rumah Kader Ansor

Tidak hanya Uluf yang menyebutkan bahwa acara ini banyak membawa nilai positif, Sufism yang menjadi bintang tamu juga ikut merasakan kekaguman. Mereka merasakan hal itu ketika turun dari kereta. Teman-teman Sufism menilai perlakuan yang dilakukan oleh tuan rumah sangat mencerminkan kekeluargaan. Dan tentu tidak itu saja, grup metal asal Kota Kembang tersebut juga menjelaskan kesamaan antara di rumahnya dan di Gresik.

“Ketika ada keluarga kita yang menerima musibah, kita beberapa kali membuat event untuk membantu mereka. Ya mungkin responsif, saya lihat kemarin di CMF juga melakukan hal yang sama, ada ibu-ibu yang berjalan berkeliling diantara temen-temen yang datang untuk membantu saudara yang membutuhkan,” ucap Nanang vokalis Sufism.

Dia juga menambahi, bahwa progres besar ada di Gresik, dilihat dari usia mereka yang mudah namun bisa menghargai para pengisi acara yang hadir, menurutnya sangat luar biasa, dan harus dijaga. Sebagai penutup, vokalis berambut panjang itu menjelaskan, jika masih diberi kesehatan dan berumur panjang, siap hadir kembali di Gresik.

Reporter: Shafif K A

Redaktur: Zul

  • Bagikan
WhatsApp chat