Segenap pimpinan dan karyawan_20240408_235739_0000

Kondisi Petani Bicorong di Tengah Pandemi Covid 19

Media Jatim

MediaJatim.com, Pamekasan – Ketika kita berkunjung ke Desa Bicorong, Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan secara langsung disuguhkan dengan keindahan alam yang elok; dengan nuansa hijau pepohonan yang sejuk di setiap lintasan jalan yang kita tapaki.

8_20240408_234212_0006
21_20240408_234212_0019
5_20240408_234212_0003
2_20240408_234211_0000
3_20240408_234211_0001
10_20240408_234212_0008
Diskon_20240411_102039_0000

Hal itu karena daerah Bicorong terletak di perbukitan yang secara geografis tercatat sebagai daerah yang subur.
Kondisi geografis daerah Bicorong yang menguntungkan tersebut tidak disia-siakan dan dimanfaatkan dengan sangat baik oleh penduduk setempat. Sehingga tidak heran jikalau petani merupakan profesi utama bagi masyarakat daerah ini.

6_20240408_234212_0004
14_20240408_234212_0012
7_20240408_234212_0005
Diskon_20240408_235150_0000
24_20240408_234212_0022
13_20240408_234212_0011

Letak daerah ini dikatakan menguntungkan karena dapat dibuktikan dengan tersedianya cukup air. Muaranya, tanah yang ada di desa ini sangatlah subur.

23_20240408_234212_0021
18_20240409_074953_0001
11_20240408_234212_0009
12_20240408_234212_0010
22_20240408_234212_0020
19_20240408_234212_0017

Petani musiman dapat dilabelkan untuk para petani yang ada di daerah Bicorong. Pasalnya, para petani di sini mengolah tanah dan menanam tanaman berdasarkan musim dengan hitungan bulan. Biasanya setiap tiga bulan sekali musim akan berganti, sehingga petani Bicorong menanam tanaman yang juga berbeda dari sebelumnya.

Baca Juga:  Di Ujung Masa Khidmatnya, Kiai Taufik Diapresiasi PAC GP Ansor se-Pamekasan

Menurut rumus hitungan petani, menjelang bulan Mei ini sudah masuk pada musim kemarau, sehingga para petani haruslah menanam tembakau.

Bara semangat petani berkibar tatkala musim tembakau datang, karena pada musim ini penghasilan petani serasa terbayarkan dengan nominal rupiah yang mereka terima cukup besar. Uang tersebut dimanfaatkan untuk biaya kehidupan mereka selama setahun ke depan.

9_20240408_234212_0007
20_20240408_234212_0018
15_20240408_234212_0013
17_20240409_074953_0000
16_20240408_234212_0014
Diskon_20240409_180711_0000

Hal itu yang membuat masyarakat tetap bersikukuh untuk menanam tembakau di tengah pandemi virus Corona yang menjadi sorotan dunia dengan dampak yang dirasakan sangat signifikan dalam berbagai aspek kehidupan.
Meski pandemi virus Corona belum berakhir, masyarakat tetap bersikukuh menanam tembakau tanpa mempertimbangkan inisiatif penanaman padi kembali.

Baca Juga:  Bupati Jember: Pembangunan Tak Berhasil tanpa Dukungan Kades

Sementara itu, harga tembakau masih belum menentu mengingat tahun lalu harga tembakau anjlok. Apalagi di tengah wabah pandemi seperti sekarang ini.

Hal ini berbeda dengan daerah yang sulit air seperti halnya Desa Kertagena Tengah, Kadur, Pamekasan. Masyarakat justru berinisiatif menanam padi kembali karena mereka menyadari betapa berharganya padi apalagi menghadapi pandemi virus Corona yang tak kunjung berakhir ini.

Mereka menyadari bahwasanya apabila virus Corona belum berlalu, maka akan sangat memungkinkan krisis berlanjut dan panen tembakau pun akan terganggu pemasarannya. Sebab, kemungkinan pihak pabrik tembakau takut untuk membeli tembakau masyarakat atau bisa saja pabrik tembakau tutup bila pandemi ini tidak cepat berlalu.

Reporter: Dewi Nafila

Redaktur: A6

Catatan: Ini tulisan jurnalisme kampus. Dalam rangka mengembangkan pers kampus, Media Jatim turut memfasilitasi pemuatan tulisan para mahasiswa. Ini sebagai ikhtiar guna menguatkan spirit pers sebagai salah satu pilar demokrasi, dengan melibat-aktifkan para pemuda atau mahasiswa berkarya.

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sampang_20240410_124753_0000
4_20240408_232459_0003
6_20240408_232459_0005
1_20240408_232458_0000
Dinas lingkungan hidup kabupaten sumenep_20240408_232720_0000
7_20240408_232459_0006
3_20240408_232459_0002
8_20240408_232459_0007
2_20240408_232459_0001