Segenap pimpinan dan karyawan_20240408_235739_0000

Jurnalistik Melawan Jurnalistrik

Media Jatim

Saya khawatir, catatan sederhana ini akan terkesan serius. Sebab jika sesuai judul, isi catatan ini semestinya bukan hal yang remeh. Padahal, sejauh belajar menulis, saya hanya mampu menangkap ide-ide kecil yang biasanya mudah dilupakan.

8_20240408_234212_0006
21_20240408_234212_0019
5_20240408_234212_0003
2_20240408_234211_0000
3_20240408_234211_0001
10_20240408_234212_0008
Diskon_20240411_102039_0000

Akan tetapi, lepas dari perasaan khawatir, saya sadari bahwa spirit menulis itu bukan sekedar, maaf, untuk menggurui. Namun upaya untuk terus belajar. Menulis bukan hanya untuk menunjukkan diri. Tapi usaha agar tidak berprilaku barbar.

6_20240408_234212_0004
14_20240408_234212_0012
7_20240408_234212_0005
Diskon_20240408_235150_0000
24_20240408_234212_0022
13_20240408_234212_0011

Juru warta, atau yang lebih umum disebut wartawan adalah pelaku jurnalistik. KBBI menyebutkan, wartawan adalah orang yang pekerjaannya mencari dan menyusun berita untuk dimuat. Baik sebagai karya jurnalistik cetak, elektronik dan online.

23_20240408_234212_0021
18_20240409_074953_0001
11_20240408_234212_0009
12_20240408_234212_0010
22_20240408_234212_0020
19_20240408_234212_0017

Kualifikasi juru warta, bukan perkara gampang. Misalnya, mereka harus menaati kode etik, menguasai bidang liputan dan menguasai teknis jurnalistik.

Baca Juga:  Onani Diri Ad Hominem Zakir Naik

Seorang juru warta, dengan kualifikasi yang diembannya, mengharuskan mereka agar selalu teliti, independen dan berusaha menguasai betul teknis jurnalistiknya. Beberapa hal basic, misalnya, mengurangi salah ketik, menulis sesuai EYD, menggunakan tanda baca dengan tepat, menulis fakta dan meminimalisir ambiguitas, adalah hal penting.

Karya jurnalistik membutuhkan sekian piranti yang serius sebelum menjadi bacaan publik. Tidak hanya agar pembaca nyaman. Akan tetapi agar pembaca juga tahu dan percaya dengan profesi juru warta.

Menjaga kepercayaan publik terhadap juru warta, tentu bukan perkara mudah. Di Sumenep, misalnya, dengan tidak adanya verifikasi dan rekrutmen yang tidak terstandarisasi, menjadikan seseorang yang tiba-tiba berprofesi sebagai juru warta, mudah sekali ditemukan.

9_20240408_234212_0007
20_20240408_234212_0018
15_20240408_234212_0013
17_20240409_074953_0000
16_20240408_234212_0014
Diskon_20240409_180711_0000

Lemahnya pengawasan, verifikasi dan standarisasi terhadap juru warta, diduga kuat menjadi penyebab lahirnya karya jurnalistrik. Bukan karya jurnalistik.

Biasanya, karya jurnalistrik selalu abai dengan piranti basic yang harus dimiliki oleh seorang juru warta. Mungkin memang disengaja. Mungkin juga belum punya kompetensi untuk mengemban tanggung jawabnya.

Sebuah karya jurnalistrik, biasaya hanya untuk memberi daya kejut pada pihak atau orang yang dituju. Bahkan untuk menakut-nakuti. Maka, menyebarnya karya jurnalistrik harus dilawan dengan karya jurnalistik.

Baca Juga:  Filosofi Telur Ayam

Minimal, publik memiliki pilihan untuk membandingkan sebuah bacaan. Baik sebelum atau setelah membaca karya julnalistrik itu. Publik akan tetap memberikan nilai.

Melawan karya jurnalistrik adalah tugas seluruh juru warta. Sebab dipundak merekalah profesi baik ini harus dijaga. Membiarkan karya jurnalistrik terus bertebaran, sama halnya para juru warta bunuh diri secara pelan-pelan.

Hari ini, yang mendesak dilakukan adalah membuat iklim kompetensi. Tujuannya agar para juru warta punya kemauan untuk terus belajar, mengoreksi dan saling evaluasi. Minimal agar karya julnalistrik secara pelahan bisa dikurangi.

Iklim ini bisa dimulai oleh pemangku kebijakan atau organisasi-organisasi juru warta yang peduli dan prihatin dengan karya jurnalistrik yang berserakan. Juru warta harus tetap menjadi gelandangan yang terhormat. Bukan sekedar gelandangan yang dicemooh sejuta umat. Salam.

Gapura, 20 September 2020

Ditulis oleh Nur Khalis, wartawan muda Kab. Sumenep.

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sampang_20240410_124753_0000
4_20240408_232459_0003
6_20240408_232459_0005
1_20240408_232458_0000
Dinas lingkungan hidup kabupaten sumenep_20240408_232720_0000
7_20240408_232459_0006
3_20240408_232459_0002
8_20240408_232459_0007
2_20240408_232459_0001