oleh

SMK Darul Falah Siap Lahirkan Penulis Melalui Karantina Kepenulisan

MEDIAJATIM.COM | Pamekasan – Sekolah Menengah Kejuran (SMK) Darul Falah, Kertagena Tengah, Kadur, Pamekasan bertekad untuk mencetak penulis. Salah satu cara untuk mewujudkan cita-cita itu, lembaga tersebut melaksanakan karantina kepenulisan selama tiga hari sejak Jumat hingga Ahad (25-27/9/2020).

“Melalui kegiatan ini, kalian akan dikenalkan pada dunia tulis menulis. Kalian yang ikut kegiatan ini harus menyimak betul. Ya, nantinya diharapkan bisa menulis. Syukur misal menulis buku suatu saat nanti,” ujar Ahmadi, kepala sekolah SMK Darul Falah, Jumat (25/9/2020).

Dia berharap, diantara peserta karantina kepenulisan itu agar berkarya dan mampu muncul ke permukaan. Ahmadi berjanji akan memberikan fasilitas yang dibutuhkan selagi pihak lembaga mampu, dengan catatan alumni karantina tersebut berkarya nyata.

Kegiatan bertemakan ‘Mengasah Kemampuan menulis sebagai Investasi Sasa Depan’ ini diikuti 10 peserta. Mereka delegasi dari kelas sepuluh, sebelas, dan kelas duabelas.

Pihak SMK Darul Falah mendatangkan dua pemateri. Pertama, Gafur Abdullah, penulis Buku ‘Tuhan Di Mana Jodohku Sekarang’ sekaligus mantan Pimpinan Umum Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Activita IAIN Madura. Dia bertugas memberikan materi selayang pandang tentang kepenulisan, teknik menulis cerpen, resensi dan biografi.

Baca Juga:  Rekatkan Ikatan Emosional, Guru Nurus Syamsi Adakan Istighasah

Sedangkan Mohammad Latif, anggota Terater Fataria IAIN Madura sebagai pemateri kedua. Latif, begitu disapa, bertugas menyampaikan materi kepenulisan puisi.

Gafur Abdullah, menuturkan, menulis membutuhkan latihan atau pembiasaan. Sesering apapun ikut serta dalam pelatihan kepenulisan tanpa membiasakan diri dalam menulis, besar kemungkinan tidak akan sukses menulis.

“Untuk bisa jadi penulis atau bisa menulis, butuh konsistensi atau biasakan diri menulis. Ya, buat semacam target. Insyallah sukses jadi penulis,” jelasnya saat memberikan pengantar selayang pandang tentang kepenulisan hari pertama, Jumat (25/9/2020).

Kata Gafur, menulis butuh kekayaan kosakata. Agar bisa memiliki pembendaharaan kosakata yang mumpuni, diharuskan banyak membaca. Sebab menulis bukan hanya soal merangkai huruf jadi kata, kata jadi kalimat. Melainkan keindahan gagasan didukung diksi yang tepat sebagaimana kaidah kepenulisan yang berlaku.

Sulaiman, pendamping kegiatan itu meminta kepada peserta dapat membuktikan bahwa mereka bisa menulis walaupun tinggal di desa.

Baca Juga:  PMM 94 UMM: Pandemi Covid-19 Bukan Penghalang Mencari Ilmu

“Meski ada di desa, adik-adik mampu membuktikan bahwa kalian bisa menulis. Ke depan, akan diberikan pendampingan semacam diskusi karya,” katanya, saat memberikan sambutan pada acara pembukaan, Jumat (25/9/2020).

Dalam acara tersebut, selain menerima materi kepenulisan, peserta juga digodok untuk mempraktikkan setiap selesai materi disampaikan. Hasil praktik mereka juga dievaluasi oleh pemateri.

Maulinda Hesturina, salah satu peserta merasa senang bisa mengikuti kegiatan tersebut. “Senang bisa mengikuti karantina ini. Kami berterima kasih kepada pemateri dan pihak sekolah, atas segala ilmunya,” katanya di grup Whatsapp, Ahad (27/9/2020).

Peserta lain, Fikrah Ainiatun, menyampaikan hal yang sama. Dia mengaku, senang belajar kepenulisan melalui kegiatan itu.
“Terima kasih, saya senang. Kepada Kak Gafur dan Kak Latif, makasih sudah sabar dampingi kami selama tiga hari,” ungkap peserta yang akrab disapa Fikrah itu, Ahad (27/9/2020) di Grup WhatsApp.

Reporter: Bahrul Rosi

Redaktur: Zul