oleh

Pemerintah dan Warga Sentol Daya Santuni Anak Yatim di Acara Rokat Desa

MEDIAJATIM.COM | Sumenep – Rokat Desa merupakan salah satu cara masyarakat Madura memohon keselamatan atas desa tempat tinggalnya. Di beberapa tempat, kegiatan semacam ini diisi dengan penyerahan sesajian berupa kepala hewan sebagai persembahan untuk makhluk gaib yang menjaga suatu wilayah. Namun tidak demikian dengan Desa Sentol Daya Pragaan Sumenep, di desa ini acara serupa justru dikemas dengan pemberian santunan kepada anak yatim.

Sumber dana santunan berasal dari sumbangan warga yang hadir dalam kegiatan peringatan maulid Nabi Muhammad Saw. Sebagian berasal dari aparat pemerintah desa dan pengurus ranting Nahdlatul Ulama Sentol Daya serta para dermawan.

“Nanti saat pembacaan shalawat barzanji, akan ada panitia yang membawa kotak amal. Bapak dan ibu harap memberi seikhlasnya,” ujar H. Ali Wafa, Kepala Desa Sentol Daya saat memberikan sambutan.

Baca Juga:  KDI Diterima Kemenko Perekonomian, Bahas Peluang Digitalisasi Koperasi dan UMKM di Indonesia

Setelah acara selesai, santunan kemudian diberikan kepada sejumlah anak yatim yang ada di desa tersebut.

“Dana terkumpul dari kotak infaq sejumlah Rp. 2.920.000. Selain menerima santunan berupa uang, adik-adik juga akan mendapatkan bahan pokok berupa beras. Semoga bermanfaat dan mohon untuk digunakan dengan sebaik-baiknya,” ujar Abu Yasid selaku penanggungjawab kegiatan sosial pada acara tersebut.

Sebagai informasi, acara Rokat Desa yang dikemas dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw yang digelar Sabtu (7/11/2020) lalu diselenggarakan oleh pemerintah desa yang bekerjasama dengan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Sentol Daya.

Baca Juga:  Terbukti Sembuhkan Penyakit, Warga Madura Padati Sumber Mangar

“Kami sudah berkomitmen bahwa acara ini akan diadakan secara rutin tiap tahun namun berpindah tempat dari satu dusun ke dusun yang lain,” ujar Haji Ali di akhir penyampaiannya.

Hadir sebagai penceramah pada acara tersebut Pengasuh Pondok Pesantren Nahdlatut Ta’limiyah Plakpak Pamekasan. Dalam ceramahnya, beliau menyampaikan kutipan dawuh Imam al-Ghazali.

“Ulama dan pejabat itu saudara kembar. Ulama adalah dasar sedangkan pejabat sebagai penjaganya. Apapun yang tidak punya dasar akan roboh dan yang tidak dijaga akan sia-sia,” kata Wakil Ketua Pimpinan Cabang (PC) Lembaga Dakwah NU Pamekasan ini.

Reporter : Ach. Khalilurrahman

Redaktur: Aryudi AR