Lolos PKM Pendanaan, 5 Mahasiswa UM Melakukan Penelitian Mengenai Covid-19 Menggunakan Model Matematika

  • Bagikan

MEDIAJATIM.COM | MALANG – Covid-19 masih saja menjadi persoalan kesehatan yang dibicarakan hingga saat ini. Berbagai upaya pencegahan dan pengendalian telah diberlakukan demi penurunan kasus Covid-19, seperti Work From Home, 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan), hingga kebijakan vaksinasi.

Dari banyaknya kebijakan yang telah dibuat, lima mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) tertarik untuk meneliti seberapa optimal kebijakan tersebut sudah diterapkan di masyarakat.

Tim ini terdiri dari tiga bidang multidisiplin ilmu yakni Dinda Aisya Bella (Matematika) sebagai ketua tim, Dina Safitri (Matematika), Aisyah Habibatunnurrohmah (Pendidikan Matematika), Revionita Dwisari Affandy (Pendidikan Geografi), dan Lailivia Rahma Fidya (Ilmu Kesehatan Masyarakat) sebagai anggota tim.

“Berdasarkan hasil analisis tim kami, beberapa kendala yang dialami terhadap penerapan kebijakan yang telah dibuat adalah keterbatasan masker yang sesuai standar WHO, tempat umum yang tidak memfasilitasi physical distancing, tuntutan yang tidak mungkin dilakukan di dalam rumah, masyarakat yang tidak patuh protokol kesehatan, tenaga kesehatan, dan fasilitas kesehatan,” ungkap Dinda Aisya.

Menanggapi hal tersebut, tim dari Universitas Negeri Malang ini ingin memberikan kontribusinya dalam menganani COVID-19 di Indonesia.

Baca Juga:  Desy Ratnayanti, Mahasiswi Pendidikan Matematika yang Terpilih Jadi Duta Kampus UNIRA 2019

“Jadi, dalam penelitian ini nantinya kami akan menganalisis kendala-kendala yang terjadi, data- data Covid-19 penduduk dan penerapan kebijakan dalam masyarakat,” jelas Dinda Aisya.

Ide ini juga didukung dengan adanya salah satu daerah yang dianggap pas dan cocok untuk diteliti, yaitu kabupaten Lamongan. Pemilihan lokasi penelitian ini tidak serta merta tanpa sebab. Jika dilihat dari segi geografisnya, Lamongan sangat dekat dengan kota metropolitan Jawa Timur dan Surabaya Raya. Hal ini lah yang menyebabkan kemungkinan penyebaran Covid-19 sangat tinggi di sana. Mengingat kota tersebut berada di antara kota-kota yang banyak kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

Di kesempatan lain, wanita yang kerap disapa Aisy ini juga menuturkan bahwa penelitian akan dilakukan dengan menggunakan model matematika.

“Iya, penelitian yang akan kami lakukan menggunakan model matematika. Namanya itu Linear Programming dengan Metode Simpleks. Model matematika ini memiliki banyak variabel dan paling sesuai digunakan untuk mengoptimalkan sumberdaya yang terbatas,” pungkasnya.

Baca Juga:  Dikti Jawa Timur Terkejut Dengan STIEBA Madura

Linear programming sendiri adalah sebuah cabang penting dari riset operasi yang dignakan untuk menemukan solusi optimal untuk masalah yang dapat diekspresikan menggunakan persamaan dan pertidaksamaan linear. Sedangkan metode simpleks adalah sebuah metode yang digunakan untuk menyelesaikan masalah pemrograman linear dengan banyak variabel. Kemudian, Aisy menambahkan, penelitian ini juga dibantu dengan menggunakan paket software POM for Windows.

POM for Windows akan digunakan untuk membandingkan hasil analisis solusi antara perhitungan manual menggunakan linear programming metode simpleks dengan software POM for Windows menghasilkan angka yang sama atau tidak,” paparnya.

Di akhir kata, Aisy menyampaikan, adanya penelitian ini diharapkan bisa turut membantu mengoptimalkan gerakan pencegahan dan pengendalian dalam menekan angka persebaran Covid-19, menambah wawasan serta dapat digunakan sebagai acuan dalam mengoptimalkan gerakan pencegahan dan pengendalian dalam menekan angka persebaran Covid-19, dan dapat menjadi pertimbangan serta tambahan informasi untuk mengoptimalkan gerakan pencegahan dan pengendalian dalam menekan angka persebaran covid-19 di Kabupaten Lamongan.

Reporter: Ist

Redaktur: A6

  • Bagikan
WhatsApp chat