Anggota Komisi IX DPR RI Minta Kemenkes Cari Terobosan Serap Anggaran

  • Bagikan

MEDIAJATIM.COM | Jember – Anggaran di Kemenkes RI Tahun 2021 ternyata cukup bejibun, yakni Rp189,8 Triliun. Anggaran tersebut terdiri dari anggaran reguler sebesar Rp84,3 Triliun dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Rp105,5 Triliun, termasuk di dalamnya anggaran untuk vaksin sebesar Rp58,18 Triliun.

Menurut Anggota Komisi IX DPR RI, H Nur Yasin, sampai dengan bulan Agustus 2021, anggaran Kemenkes telah direvisi 3 kali. Revisi tahap 1 berupa efisiensi penghematan belanja pegawai sebesar Rp121,27 Miliar. Revisi tahap 2 berupa refocussing dalam rangka optimalisasi pemenuhan kebutuhan penanganan pandemi Covid-19 sebesar Rp2,5 Triliun. Dan revisi tahap 3 refocussing dan efisiensi untuk antisipasi menghadapi kenaikan kasus Covid-19 pasca-liburan sejumlah Rp1,6 triliun (refocussing) dan Rp2 triliun (efisiensi).

Namun banyaknya anggaran itu tidak diimbangi dengan penyerapan yang memadai. Kata Nur Yasin, realisasi anggaran Kemenkes RI per 29 Agustus 2021 adalah sebesar Rp 97,08 Triliun atau sekitar 51,74%. Sedangkan pagu anggaran untuk Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Tahun 2021 sebesar Rp1,3 Triliun, dengan realisasi yang baru mencapai Rp367 Miliar atau sekitar 27,35 persen.

Baca Juga:  Madura Tergeser, Arema Terjungkal

“Hal ini tentunya harus menjadi perhatian khusus, karena sampai dengan akhir Agustus saja serapan anggarannya masih sangat rendah sekali. Saya meminta supaya dilakukan terobosan-terobosan dalam rangka mempercepat realisasi anggaran Direktorat Kesmas tersebut,” tegasnya saat memberikan pengarahan dalam Sosialisasi Germas dan Vaksinasi Covid-19 di halaman gedung PCNU Jember Jawa Timur, Ahad (5/9).

Dalam kesempatan itu, H Nur Yasin juga menyinggung pentingnya masyarakat menjaga hidup bersih dan sehat. Katanya, program yang dicanangkan pemerintah yakni Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) sangat relevan di masa pandemi. Pola hidup bersih dan sehat menjadi kunci menekan penyebaran Covid-19 mengingat hingga kini seluruh masyarakat belum semuanya tervaksin. Meski demikian, penerapan program Germas guna mencegah kian massifnya penyebaran Covid-19 akan lebih maksimal bila ada keterlibatan masyarakat secara aktif.

“Saat ini, hasil penerapan Germas untuk mencegah penyebaran Covid-19 mulai terlihat. Warga makin disiplin mengenakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan ,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, Wiwik Supratiwi mengungkapkan terima kasih untuk PCNU Jember yang telah berpartisipasi dalam vaksinasi massal sehingga turut mempercepat tercapainya target 70 persen penduduk tervaksin hingga akhir tahun 2021.

Baca Juga:  1.111 Muslimat NU Padati Kantor Desa Kertagena Tengah

“NU telah berpartisipasi dalam melakukan percepatan vaksinasi dengan edukasi dan sosialiasi dengan bahasa yang mudah dipahami sehingga masyarakat mudah diajak untuk vaksinasi,” ucapnya kepada sejumlah awak media.

Wiwik menambahkan, hingga hari ini orang yang melakukan vaksinasi tahap pertama di Kabupaten Jember telah mencapai 17,9 persen. Katanya, jumlah penduduk Jember adalah terbesar kedua se-Jawa Timur, sehingga 70 persennya sekitar 1,7 juta jiwa.

“Jumlah itulah (1,7 juta jiwa) yang harus kita vaksinasi hingga akhir tahun (2021),” pungkasnya.

Vaksinasi tersebut digelar oleh PCNU Jember yang difasilitasi oleh Nur Yasin. Pendaftarnya mencapai 1.000 orang lebih. Namun kaena terbatasnya stok vaksin, maka hanya diambil 700 orang.

Dalam kesempatan itu, Nur Yasin juga memberikan sumbangan untuk NU Cabang Jember.

Reporter: Aryudi AR

Redaktur: A6

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat