Bangkalan — Peralihan TV analog ke digital sudah diterapkan di wilayah Jatim 1, termasuk Kabupaten Bangkalan. Peralihan ini pasti akan membawa dampak terhadap kehidupan masyarakat.
Salah seorang warga Kecamatan Kwanyar, Bangkalan, Ahmad Rifa’i mengungkapkan, setelah berpindah menggunakan TV digital, gambarnya lebih jernih dan nyaman dilihat dibandingkan TV analog.
Bahkan tidak hanya itu saja, channel yang tersedia juga lebih banyak, baik lokal maupun internasional.
“Bagi remaja, ini akan menambah wawasan dan pengetahuan, tapi bagi orang tua, mereka belum terbiasa dan sudah nyaman dengan channel lama,” ungkapnya kepada mediajatim.com, Kamis (22/12/2022).
Namun, menurut mahasiswa pascasarjana di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) itu, penggunaan TV digital juga memiliki dampak negatif. Seperti, tayangan dari channel internasional tidak cocok dengan lingkungan masyarakat Indonesia.
“Bagi anak-anak sepertinya kurang cocok, banyak tayangan dewasa yang lolos sensor,” tutur Rifa’i.
Padahal, dia menyebutkan, sebelumnya Pemerintah Indonesia berusaha keras melakukan sensor dewasa dan tayangan yang berpendidikan. Akan tetapi, jika channel internasional sudah bisa tayang, maka penyaringannya akan lebih sulit.
“Pada TV analog, isinya hanya channel lokal. Sehingga pengawasan penyaringan tayangan masih bisa dilakukan, tapi sekarang akan lebih sulit,” imbuhnya.
Sementara Kabid Aplikasi dan Informatika Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bangkalan Anang Ariyanto menjelaskan, peralihan TV analog ke digital untuk memperluas jaringan dan digitalisasi di Indonesia. Negara lain sudah jauh lebih dulu melakukannya.
“Pemerintah ingin memberikan kualitas tayangan yang nyaman dan jernih untuk masyarakat. Karena dengan digital, kualitasnya lebih baik,” jelas Anang, Kamis (22/12/2022).
Selain itu, kata Anang, dengan peralihan ke TV digital akan membuat tagihan listrik lebih murah dari sebelumnya.
“Tagihan listrik TV digital akan lebih murah dibandingkan TV analog,” tutupnya. (hel/zul)