Daerah  

Pengangguran di Bangkalan Cukup Tinggi, Wamen Ketenagakerjaan Sindir Dampak Pembangunan Jembatan Suramadu

Media Jatim
Wamen Ketenagakerjaan
(Helmi Yahya/Media Jatim) Wamen Ketenagakerjaan RI Afriansyah Noor saat diwawancarai usai acara Diskusi Publik Tantangan Cipta Kerja Era 5.0 di Madura, Rabu (8/2/2023).

Bangkalan (mediajatim.com) — Wakil Menteri (Wamen) Ketenagakerjaan RI Afriansyah Noor menyindir dampak pembangunan jembatan Suramadu. Sebab, angka pengangguran di Bangkalan cukup tinggi, yakni 196 ribu jiwa.

IMG-20240220-WA0010
IMG-20240220-WA0008

Wamen Afriansyah Noor mengatakan, kemiskinan suatu daerah sangat dipengaruhi dari tingkat angka pengangguran. Diketahui, saat ini angka pengangguran nasional mencapai 20 jutaan jiwa.

“Sementara Bangkalan hampir mencapai 200 ribu, ini perlu diperhatikan karena tergolong tinggi” katanya saat menghadiri acara diskusi di Bangkalan, Rabu (8/2/2023).

Baca Juga:  Akan Bentangkan Bendera Ribuan Meter di Sepanjang Suramadu, Satu Akses Bakal Ditutup!

Afriansyah semula berpikir dengan adanya jembatan Suramadu berdampak pada pengurangan pengangguran di Bangkalan.

“Ternyata faktanya masih sangat lambat. cara grafik, menurut saya juga tidak ada peningkatan yang signifikan,” jelasnya.

Oleh karena itu, dia mengusulkan bahwa Bangkalan perlu adanya peningkatan kemampuan sumber daya manusia (SDM), baik dalam berwirausaha ataupun bekerja di perusahaan.

“Ini harus ada peningkatan SDM. Meskipun fasilitas memadai, tetapi SDM tidak meningkat, maka pertumbuhan ekonomi akan lambat,” tukasnya.

Plt Bupati Bangkalan Mohni mengatakan, angka pengangguran di Bangkalan memang masih cukup tinggi. Dari sekitar 1 juta penduduk, terdapat 196 ribu jiwa pengangguran.

Baca Juga:  Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Pria yang Loncat dari Jembatan Suramadu

“Hampir 200 ribu penduduk, berada di garis kemiskinan yang disebabkan pengangguran,” paparnya. (hel/zul)