Segenap pimpinan dan karyawan_20240408_235739_0000

Polres Pasuruan Ringkus Lima Mucikari dan 48 PSK di Kawasan Tretes, Kasatreskrim: Mereka Korban Iming-Iming!

Media Jatim
Polres
(Dok. Media Jatim) Kapolres Pasuruan AKBP Bayu Pratama Gubunagi didampingi Anggota Satreskrim menunjukkan barang bukti tindakan perdagangan manusia di Mapolres setempat, Senin (13/3/2023).

Pasuruan, mediajatim.com — Polres Pasuruan mengungkap kasus tindak pidana perdagangan manusia di kawasan Tretes, Kelurahan Prigen, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Senin (13/3/2023).

8_20240408_234212_0006
21_20240408_234212_0019
5_20240408_234212_0003
2_20240408_234211_0000
3_20240408_234211_0001
10_20240408_234212_0008
Diskon_20240411_102039_0000

Ada lima mucikari dan 48 Pekerja Seks Komersial (PSK) yang berhasil diamankan. Lima mucikari yang sekaligus penjaga wisma tersebut yakni ADJ (31), PH (34), AM (58), PD (41), dan PI (39).

6_20240408_234212_0004
14_20240408_234212_0012
7_20240408_234212_0005
Diskon_20240408_235150_0000
24_20240408_234212_0022
13_20240408_234212_0011

Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Farouk Ashadi Haiti menjelaskan, lima mucikari dan para PSK ini diringkus di tiga vila di Kelurahan Prigen, Jumat (10/3/2023).

“Para PSK ini diiming-imingi pekerjaan sebagai pemandu lagu atau ladies companion (LC) dengan penghasilan Rp3 juta sampai dengan Rp5 juta agar mau bekerja dengan para mucikari,” ungkapnya, Senin (23/3/2023).

Namun, para pemandu lagu ini kemudian digiring oleh para mucikari untuk juga menjadi pelayan para lekaki hidung belang.

9_20240408_234212_0007
20_20240408_234212_0018
15_20240408_234212_0013
17_20240409_074953_0000
16_20240408_234212_0014
Diskon_20240409_180711_0000

“Agar para korban ini mau menuruti keinginan mucikari, mereka dijerat dengan utang, makanya mereka akhirnya mau melakukan,” bebernya.

Menurut Farouk, korban perdagangan manusia tersebut rata-rata berasal dari daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. “Ada tiga perempuan masih di bawah umur,” jelasnya.

Baca Juga:  PPNI, Hipgabi, dan SRPB Kota Pasuruan Gelar Pelatihan BHD dan Donor Darah

Dari hasil penangkapan itu, lanjut Farouk, petugas kepolisian juga mengamankan barang bukti berupa lima unit alat komunikasi smartphone.

Atas tindakan tersebut para pelaku dikenakan Pasal 2 Undang Undang RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang subsider Pasal 88 Juncto Pasal 76I Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara.(rif/ky)

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sampang_20240410_124753_0000
4_20240408_232459_0003
6_20240408_232459_0005
1_20240408_232458_0000
Dinas lingkungan hidup kabupaten sumenep_20240408_232720_0000
7_20240408_232459_0006
3_20240408_232459_0002
8_20240408_232459_0007
2_20240408_232459_0001